Realme C Series Hadirkan C15, Gendong Baterai Besar 6.000 mAh

Belum genap satu bulan, Realme di Indonesia menghadirkan perangkat smartphone ekonomis C Series dengan model C11. Kali ini sudah meluncurkan varian yang lebih tinggi lagi untuk segmen yang sama, entry level. Perangkat yang baru tersebut adalah Realme C15, handset yang dijagokan sebagai ‘6.000mAh Mega Battery dengan 18W Quick Charge’.

Seperti jargon utamanya, handset ini tampil dengan menonjolkan aspek ketahanan baterai besar 6.000 mAh dengan fitur pengisian cepat 18 Watt. Baterai besar 6.000 mAh dengan 18 Watt quick charge di Realme C15 sendiri merupakan yang pertama bagi Realme dengan menjanjikan waktu stanby perangkat atau waktu siaga superpanjang hingga 57 hari.

Baca juga artikel berikut ini : Membandingkan Realme Buds Q VS Mi True Wireless EarBuds Basic

Soal handset Realme C15, JawaPos.com sudah menjajal perangkat ini sebelum meluncur ke pasaran. Soal pilihan penyimpanan, Realme C15 hadir dengan tiga varian RAM/ROM yakni 3/64 GB, 4/64 GB dan 4/128 GB yang kesemuanya dapat diekspansi ruang simpannya hingga 256 GB. Perangkat yang kami jajal adalah varian 4/64 GB. Berikut ulasannya:

Kelengkapan

Realme C Series Hadirkan C15, Gendong Baterai Besar 6.000 mAh

Untuk Realme C15, seperti halnya perangkat terdahulunya yakni Realme C11, tak banyak yang bisa diulas dari aspek ini. Sebagai perangkat dengan label harga terjangkau, Realme C15 seperti halnya perangkat terjangkau kebanyakan.

Dari aspek kelengkapan, selain masih datang dengan boks penjualan berwarna kuning seperti handset Realme lainnya beberapa tahun ini, perangkat C15 juga hadir minim aksesori mirip perangkat murah Realme terdahulu. Selain buku-buku panduan dan garansi, kabel USB Micro, charger dan SIM Tools Ejector tak ada lagi aksesori tambahan menyertai perangkat ini dalam kardus penjualannya. Hanya saja perangkat ini sudah terpasang anti gores layar langsung dari pabrik.

Desain dan Layar

10 Kelebihan & Kekurangan, serta Spesifikasi Realme C15

Realme C15 tampil mirip dengan Realme C11 yang notabene adalah penerus dari Realme C2. Handset ini kini juga tampil segar dengan desain yang lebih kekinian dan sentuhan baru ala perangkat smartphone masa kini kebanyakan.

Dari sisi desain, Realme C15 yang disebut-sebut sebagai pilihan terbaik di segmen Rp 2 jutaan ini tersedia dengan dua pilihan warna menarik yang disebut sebagai Marine Blue (biru) dan Seagull Silver (silver). Realme C11 di bagian desain, utamanya di bagian belakang membawa sentuhan baru. Berbeda dari seri C sebelumnya, bagian belakang perangkat ini kini lebih bertekstur yang disebut Realme sebagai desain geometrik.

Diklaim diproses menggunakan teknologi mutakhir dari Jerman dengan mesin ukiran lima sumbu presisi, setelah 300 menit pemolesan akhirnya 450+ lekukan diukir untuk menciptakan efek cahaya reflektif khusus. Penggunaan teknologi ini membuat Realme C11 lebih berwarna, menarik, nyaman digenggam dan minim bekas sidik jari serta efektif mencegah goresan dan terpeleset dari tangan. Ini mungkin alasan juga mengapa Realme tak membekali perangkat C15 dengan aksesori jelly case tambahan.

Terbaru dari perangkat yang diklaim sebagai Entry-Level King smartphone untuk kelas harga Rp 2 jutaan ini dan sekaligus menandakan bahwa Realme siap hijrah ke desain baru juga adalah modul kamera yang kini dirancang berbentuk kotak atau square seperti yang sedang tren belakangan ini. Tren ini sebelumnya dipakai Google Pixel, Apple iPhone 11 Series, Samsung Galaxy S, A dan M Series baru dan Huawei P Series baru.

Dengan housing berbentuk square atau persegi, handset ini di sisi desain juga tampil apik dengan kini memiliki empat kamera atau quad camera utama. Ini merupakan kali pertama juga bagi Realme, menempatkan empat kamera utama di line-up C Series. Di bagian lain kamera, ada sebuah lampu senter atau LED Flash dan area pemindai sidik jari yang tepat diletakan di area tengah atas bagian belakang perangkat.

Pada bagian muka, Realme C15 hadir dengan bentang layar mini drop seluas 6,5 inci yang lega dengan rasio layar ke bodi yang juga tinggi yakni mencapai 88,7 persen. Panel layarnya sendiri masih LCD, khas perangkat smartphone murah untuk bisa menekan harga dengan kemampuan atau resolusi HD Plus 720 x 1.600 piksel.

Pengalaman selama menggunakan smartphone ini meski layarnya masih LCD, di bawah terpaan sinar matahari langsung, layarnya cukup bisa tampil dengan baik. Tingkat kecerahan tinggi yang ditawarkan cukup bisa mengimbangi penggunaan siang hari yang terik. Interaksi di dalam layar juga terbilang baik, responsif dan pengalaman sentuh dan bidang genggam yang cukup halus.

Pada bagian depan tidak ada tombol fisik. Fungsi tombol Home dan Back tersedia menyatu dalam layar sebagai tombol virtual bersama sistem operasi Android 10 dengan user interface anyar besutan Realme, yakni Realme UI.

Realme C15 pada sisi kirinya masih terdapat slot SIM-Card dan MicroSD yang bisa ditampung semua dalam satu laci. Laci tempat menyimpan SIM-Card dan MicroSD-nya dirancang untuk menelan dua kartu SIM dan MicroSD dalam satu tempat (dedicated slot). Berpindah ke sisi kanan, terdapat tombol volume ‘up and down’ dan ada tombol power yang fungsinya bisa juga dipakai untuk Google Assistant.

Berada di bagian bawah ada barisan elemen penting lainnya, seperti micro USB, microphone, jack headphone, dan tak lupa lubang speaker sebagai pengeras suara. Sementara pada bagian atas polos dengan bagian sisi kanan, kiri, atas, dan bawah Realme C15 masih dibuat senada dengan warna keseluruhan bodi.

Performa

Handset Realme C15 di sektor performa disokong chip MediaTek Helio G35. Chip ini adalah chip yang sama yang menopang kemampuan perangkat C11 yang hadir belum lama ini. Chip ini diklaim cukup andal mengimbangi kebutuhan pengguna lantaran diproduksi sebagai chip gaming.

Bicara teknis, chip ini adalah sebuah chip prosesor delapan-inti yang dibuat dengan proses produksi 12 nm dan kecepatan 2,3 Ghz, mengadopsi struktur Cortex A53, menjadikannya salah satu prosesor tercepat dan terbaru dalam kategorinya Berdasarkan pengujian kami atas chip yang sama di banyak perangkat berbeda, prosesor ini sangat ideal untuk pengguna smartphone dan gamer pemula karena dapat mengatasi sebagian besar aplikasi dan game menengah dan berat yang banyak digunakan.

Realme C15 tersedia dengan tiga varian yang ditenagai oleh LPDDR4X RAM. Dibandingkan dengan LPDDR3, kinerja grafis meningkat sebesar 20 persen dan kinerja RAM meningkat 100 persen. Adapun pilihan penyimpanannya yakni 3/64 GB, 4/64 GB dan 4/128 GB RAM/ROM yang lagi-lagi menjadi yang pertama bagi Realme di lini C Seriesnya hadir dengan penyimpanan internal hingga 128 GB.

Untuk performa selain menggunakannya sehari-hari, juga menyimulasikan dalam uji benchmark. Untuk hasil simulasi menggunakan aplikasi populer AnTuTu Benchmark dan AnTuTu 3D Bench, perangkat Realme C15 mampu menghasilkan perolehan skor keseluruhan dengan angka 111464. Angka ini cukup terlihat selisihnya jika dibandingkan dengan model sebelumnya yakni Realme C11 dengan perolehan hanya 107491.

Sementara untuk hasil pengujian menggunakan PC Mark (Work 2.0 Performance), Realme C15 berhasil membukukan skor 5958. Dengan hasil benchmark demikian, cukup menjawab kalau Realme C15 bisa diandalkan untuk segmen harganya yang ekonomis.

Gaming

Gaming saat ini juga penting bagi konsumen. Bagi mereka yang gemar bermain game, smartphone dengan kemampuan tersebut saat ini cukip diminati dan menjadi pertimbangan tersendiri bagi konsumen.

Berbekal spesifikasi yang kami beberkan di atas, smartphone cukup capable untuk diajak bermain game. Sekali pun dengan ukuran dan kebutuhan grafis yang agak berat.

Handset Realme C15 untuk kebutuhan gaming sendiri memang tak terlalu menonjol. Saat kami jajal dengan beberapa game sekaligus seperti game FPS, MOBA, dan game beraliran Racing, saat memainkan game Call of Duty: Mobile yang sedang hits, perangkat ini saat memboot awal game pengaturan grafisnya langsung menunjukan ke opsi ‘Rendah’. Meski demikian, pada aspek Frame Rate, pengaturan grafis masih bisa dibuat tinggi atau high dengan pengaturan awal berada di ‘Medium’.

Grafisnya tak terlalu menonjol, tapi cukup menghibur. Game lainnya seperti aksi ngebut di jalan raya dengan Asphalt 9 atau Need For Speed No Limits, juga tidak mengecewakan dengan kendala lag yang sedikit. Pun dengan game MOBA semisal Arena of Valor (AoV).

Perangkat ini juga mampu menjalankan kewajibannya dengan cukup baik. Ketika diajak main game pun Realme C15 tidak terasa panas pada sektor bodinya.

Daya Tahan Baterai dan Keamanan

Keunggulan Realme C15 selain desain, kamera dan performa, lainnya adalah sektor baterai yang besar yakni 6.000 mAh. Dengan daya baterai segitu, ponsel ini sanggup bertahan hingga lebih dari dua hari lebih pada penggunaan normal. Dalam mode standby, Realme bahkan menjanjikan C15 bisa betahan hingga 57 hari.

Keunggulan lainnya pada perangkat Realme C15 di sektor baterai adalah selain besar dan dapat digunakan dalam jangka waktu panjang untuk perangkat itu sendiri, Realme C15 juga bisa bertindak sebagai power bank. Hal tersebut dimungkinkan mengingat Realme C15 memiliki fitur reverse charging, jadi, Realme C15 juga dapat menjadi baterai cadangan perangkat smartphone yang lain atau membantu teman.

Selain itu, untuk mendukung pengisian baterainya yang besar, Realme C15 juga sudah hadir dengan pengisian daya 18 Watt quick charge. Dengan fitur pengisian cepat tersebut, berdasarkan pengalaman kami perangkat ini hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk mengisi 25 dayanya.

Untuk optimasi daya tahan baterai, Realme C15 juga sudah hadir dengan beberapa fitur baterai seperti pembekuan Cepat Aplikasi (App Quick Freeze) dan pengoptimalan Baterai Layar (Screen Battery Optimization) diterapkan pada realme C15. App Quick Freeze sendiri dapat secara cerdas membekukan aplikasi yang jarang digunakan untuk mengurangi penggunaan daya pada aplikasi yang berjalan di latar belakang.

Sementara Screen Battery Optimization akan sedikit menurunkan beberapa efek tampilan tanpa pemberitahuan untuk meningkatkan daya tahan baterai. Anda juga dapat mengaktifkan pengoptimalan siaga tidur (sleep standby) untuk menghemat lebih banyak energi saat Anda tidur. Jika Anda memerlukan masa pakai baterai yang lebih lama, Anda dapat mengaktifkan mode hemat daya, yang akan menurunkan kecerahan layar, mempersingkat waktu screen-off menjadi 15 detik, dan menonaktifkan sinkronisasi latar belakang untuk memperpanjang usia baterai.

Sementara untuk keamanannya, Realme C15 hadir dengan fitur yang lumayan bisa diandalkan. Sebut saja fitur keamanan standar semisal kode sandi, pola, dan keamanan biometrik berbasis face unlock yang nempel di kamera depannya dan juga pemindai sidik jari di bagian belakang. Fitur keamanan tadi tak hanya bisa digunakan mengunci layar smartphone. Fitur keamanan itu juga bisa digunakan untuk mengunci aplikasi dan menjadi brankas pribadi untuk melindungi files yang ada di dalamya.

Pada bagian sidik jarinya berdasarkan pengujian kami, Realme C15 sudah mendukung sendor sidik jari ultra cepat. Hanya dibutuhkan waktu 0.27 detik untuk membuka kunci perangkat dan juga mendukung pengenalan wajah untuk mempermudah membuka kunci dengan sekali klik atau sekali lirikan wajah dan aman untuk privasi.

Kamera

Untuk kebutuhan fotografi, Realme C15 yang peluncurannya di Indonesia adalah debut global perdananya, di sektor kamera cukup bisa diandalkan berkat hadirnya empat kamera utama. Realme C15 hadir dengan AI quad camera yang diklaim menghadirkan cara yang lebih mudah untuk menangkap momen kehidupan. Masing-masing ukuran kamera Realme C15 adalah 13 MP PDAf/2.2 dan 8 MP lensa ultra wide f/2.25, 2 MP lensa black and white dan 2 MP retro lens. Sementara di bagiab depan ada kamera selfie 8 MP 5P lens AI beauty.

Penggunaan kamera Realme C15 masih sama seperti perangkat Realme lainnya, terbilang mudah dioperasikan. UI kameranya tersaji dengan sederhana namun fungsional. Pilihan seperti Time Lapse, Ultra Macro, Panorma, Mode Pro dan Slow Motion dan mode lainnya bisa ditemukan dan dioperasikan dengan mudah.

Tak lupa, Realme memiliki teknologi Chroma Boost yang canggih untuk menghasilkan gambar dengan detail tinggi. Sementara untuk hasilnya, kamera Realme C15 juga bisa disebut baik. Gambar hasil jepretan kamera Realme C15 dalam berbagai skenario tersaji dengan cukup oke dengan berbagai angle diambil dari keempat kameranya.

Hal yang membuat aspek kamera Realme C15 jadi tertolong adalah adanya fitur atau mode Nightscape alias mode malam yang khas dari Realme. Algoritma dari Mode Nightscape akan mengambil beberapa foto dalam exposure berbeda lalu menggabungkannya menjadi sebuah foto dengan memilih bagian terbaik dari setiap foto. Sebagai hasil dari Mode Nightscape, foto malam hari akan menjadi lebih terang dan jernih tanpa flash tambahan.

Baca juga artikel berikut ini : iPhone 11 Jadi Smartphone Terlaris Dunia pada Q1 2020

Bagi yang senang kesan retro dengan nuansa hitam putih, Realme C15 juga hadir dengan lensa B&W dan Retro memberikan dua efek artistik khusus. Kedua lensa ini dapat mereproduksi potret dalam warna hitam dan putih, memberikan eksposur yang lebih tinggi dan meningkatkan kontras antara terang dan gelap. Dalam mode Portrait, eksposur, suhu warna, rona, dan parameter lainnya berulang kali disesuaikan dengan baik. Bersamaan dengan simulasi karya potret master, foto disesuaikan dengan gaya film retro dengan penerapan yang luas, menambah tekstur pada gaya potret akhir.

Kesimpulan

Realme C15 dari segmen harga dan keunggulan baterainya sangat pas bagi yang punya budget sedang, namun tetap ingin bergaya dengan smartphone kekinian.

Realme C15 bisa jadi pilihan karena selama kami jajal cukup memuaskan. Selain desain, performa Realme C15 juga lumayan berdasar segmen harga. Selain itu, Realme C15 juga bisa jadi pilihan tepat dengan fitur baterai yang tahan lama dengan kekuatan 6.000 mAH dan fitur pengisian cepat 18 Watt ditambah dengan reverse charging.

Membandingkan Realme Buds Q VS Mi True Wireless EarBuds Basic

Sejauh ini, berbagai vendor smartphone ikut meramaikan pasar True Wireless Stereo (TWS) di Indonesia. Salah satunya, Realme. Vendor smartphone asal China itu bisa disebut mendominasi pasar TWS Indonesia.

Tercatat, dalam jangka waktu berdekatan, kurang dari 1 bulan saja, realme sudah menambah 2 perangkat TWS berbeda. Misalnya, pada Selasa lalu (30/6), Realme baru saja meluncurkan Realme Buds Q sebagai TWS terbarunya.

Perangkat TWS itu terbilang mirip dengan Mi True Wireless EarBuds Basic Xiaomi yang sudah meluncur lebih dulu pada 2019 lalu. Di tengah situasi itu, Realme Buds Q hadir menawarkan desain premium serta fitur baru, teknologi masa kini.

Baca juga artikel berikut ini : iPhone 11 Jadi Smartphone Terlaris Dunia pada Q1 2020

Lantas apa perbedaan diantara Realme Buds Q dengan Mi True Wireless EarBuds Basic?

Realme Buds Q VS Mi True Wireless Earbuds Basic

Highlight

Perangkat TWS menawarkan cara paktis mendengarkan audio secara nirkabel. Namun, Realme Buds Q tak hanya sekedar mendukung itu, tetapi membawa desain premium hasil kolaborasi dengan José Lévy.

Di samping itu, Buds Q sudah terintegrasi dengan aplikasi penghubung Realme Link, memungkinkan pengguna dapat lebih mudah mengatur semua kontrol cerdas. Fitur pendukung Buds Q juga lebih beragam.

1. Kabel Micro USB dalam Box Buds Q

Dalam satu paket penjualan, Xiaomi dan Realme mengemas TWS dengan penawaran berbeda. Realme Buds Q hadir lebih lengkap dengan penyertaan kabel Micro USB sebagai port penghubung ke pengisi daya. Jangan dianggap sepele, itu akan sangat membantu terutama yang hanya memiliki kabel USB Type-C, seperti yang populer belakangan ini.

Sementara, Xiaomi tak menambah kabel charger di dalam satu box penjualan. Dengan kata lain, pengguna harus membelinya secara terpisah. Terlebih, bagi pemilik smartphone dengan kabel USB Type-C.

2. Buds Q Lebih Ringan dengan Desain Khusus

Sekilas, perbedaan TWS Xiaomi dan Realme sudah terihat. Realme tampak lebih bundar dengan sedikit aksen warna kuning, bagian dari ciri khasnya. Buds Q merupakan hasil rancangan José Lévy, seniman Prancis terkenal, yang menganalogikannya sebagai bebatuan alam (Cobble).

Sedangkan, Xiaomi mengemas EarBuds Basic-nya dengan balutan warna hitam menyeluruh yang bodinya berbentuk persegi panjang. Alhasil, desain juga mempengaruhi berat kedua TWS tersebut. Mi True Wireless EarBuds Basic berbobot 4.1 gram untuk setiap Buds. Sementara, TWS Realme Buds Q hanya seringan 3.6 gram.

Baca juga: Review realme Buds Q : Audio Kuat, Harga Bersahabat dengan Desain Premium

3. Baterai Case Buds Q Lebih Besar

Baterai case di TWS akan mendorong daya tahan Buds lebih panjang. Earbuds Basic Xiaomi dibekali dengan baterai 300mAh pada cangkangnya dan 43mAh di setiap Buds. Dalam hal ini, Realme Buds Q unggul berkat baterai cangkang lebih besar dengan 400mAh. Namun, TWS Realme itu memiliki baterai Buds 40mAh, hanya berbeda tipis dengan Mi True Wireless Earbuds Basic.

4. Fitur Gaming Mode di Buds Q

Pengguna TWS sering kali merasa khawatir adanya delay saat menggunakan Buds untuk menemani bermain game mobile. Agar meminimalisir hal ini, terdapat fitur Gaming Mode di dalam Buds Q. Fitur itu memiliki latensi rendah untuk sinkronisasi sempurna antara video dan audio saat bermain game atau menonton film. Latensi berkurang sebanyak 51%, hanya perlu 119ms untuk mentransfer suara dari smartphone Anda ke realme Buds Q.

Sedangkan Mi True Wireless EarBuds Basic yang hadir lebih dulu, masih belum mengadopsi Mode Gaming.

5. Kontrol Cerdas Buds Q Lebih Beragam

Realme dan Xiaomi menyertakan fungsi kontrol cerdas pada TWS mereka masing-masing. Mi True Wireless EarBuds Basic memungkinkan pengguna untuk mematikan atau pause, melakukan atau menerima panggilan, termasuk mengaktifkan voice assistant.

Sementara, Buds Q menawarkan kontrol cerdas yang lebih beragam, meliputi mengetuk buds dua kali untuk menjawab panggilan telepon atau memainkan dan memberi jeda pada musik, tiga kali untuk memainkan lagu dan tahan kedua buds untuk masuk atau keluar dari Super Low Latency Mode (Gaming Mode).

Buds Q juga memungkinkan untuk mengaktifkan asisten suara serta mengakhiri panggilan telepon hanya dengan menyentuh dan menahan pada salah satu sisi buds. Semua kontrol cerdas tadi dapat diatur dengan mudah melalui aplikasi cerdas realme Link.

6. Aplikasi Penghubung Realme Link

Realme Buds Q tak hanya diposisikan sebagai TWS biasa, Realme menyebutnya dengan perangkat AIoT. Dengan kata lain, terdapat kecerdasan buatan (Artificial Intelegent) yang ditanamkan dalam Buds Q.

Baca juga artikel berikut ini : Perbedaan Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy A50, A50s dan A51

Menariknya Buds Q jadi memiliki aplikasi penghubung bernama Realme Link. Pengguna dapat dengan mudah menemukannya di dalam PlayStore. Realme Link akan membantu pengguna untuk mengatur kontrol cerdas Realme Buds Q.

Sehingga, dapat mengakifkan atau mematikan fungsi tersebut, hanya melalui smartphone saja. Aplikasi penghubug itu hanya mengandalkan koneksi Bluetooth Buds Q, tanpa perlu koneksi tambahan lagi.

Sayangnya, Mi True Wireless Earbuds Basic masih belum memiliki aplikasi seperti itu, semua kontrol cerdas hadir secara permanen pada setiap Buds.

iPhone 11 Jadi Smartphone Terlaris Dunia pada Q1 2020

Apple bisa dibilang tepat mengambil keputusan untuk merilis iPhone 11 pada 2020 ini. Pasalnya, perangkat tersebut berhasil mencatatkan rekor baru sebagai smartphone terlaris di dunia.

Hal ini didapat dari hasil riset perusahaan analis dan konsultasi Omdia. Hasil riset mengungkap bahwa IPhone 11 adalah model smartphone terlaris secara global pada Q1 2020, dikutip dari Phone Arena.

Baca juga artikel berikut ini : Perbedaan Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy A50, A50s dan A51

Penjualan iPhone 11 mencatatkan 19,5 juta unit selama selama kuartal Januari-Maret. Angka tersebut berhasil menggantikan iPhone XR yang meraih 13,6 juta unit pada periode yang sama di tahun lalu.

“Kesuksesan Apple berasal dari strategi hanya menawarkan sedikit model saja. Perusahaan ini pun bisa fokus menangani beberapa produk yang mampu menarik minat banyak konsumen dan laku dalam jumlah sangat banyak,” ujar Just Hong selaku direktur riset smartphone Omdia.

iPhone 11 Apple

Selain itu, harga banderol dari iPhone 11 juga menjadi kunci kesuksesan bagi Apple. Brand teknologi tersebut memangkas 50 dollar AS dari harga iPhone XR sebelumnya.

Sebagai perbandingan, jajaran iPhone 11 mulai dijual dengan harga 699 dollar AS (Rp10,3 juta), sementara iPhone XR berkisar 749 dollar AS (Rp11,1 juta).

Terlebih, iPhone 11 membawa peningkatan spesifikasi dari tipe XR sebelumnya. Kini, iPhone XR menempati posisi kelima.

Baca juga artikel berikut ini : 6 Spesifikasi Unik Samsung Galaxy S10 Lite, Lebih Baik dan Lebih Murah

Sedangkan, urutan empat teratas diisi oleh Apple dengan iPhone 11, Samsung dengan Galaxy A51, dan Xiaomi dengan Redmi Note 8 serta Note 8 Pro.

Kendati sejumlah brand mengalami peningkatan penjualan, Omdia memprediksi angka pengiriman smartphone tahun ini akan menurun karena terdampak oleh pandemi.

Perbedaan Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy A50, A50s dan A51

Samsung mulai menjual ponsel menengah terbaru, Galaxy A51, secara massal di nusantara dengan harga jual yang disarankan oleh perusahaan adalah Rp4.399.000 dengan RAM 6GB dan penyimpanan internal 128GB.

Sebelum A51, Samsung juga merilis dua ponsel mirip-mirip, Galaxy A50 dan Galaxy A50s, dalam rentang waktu kurang dari setahun.

Baca juga artikel berikut ini : 6 Spesifikasi Unik Samsung Galaxy S10 Lite, Lebih Baik dan Lebih Murah

Galaxy A50s pertama melenggang di tanah air dengan harga resmi Rp4.099.000 (4/64) dan Rp4.899.000 (6/128)

Sementara model original Samsung Galaxy A50 yang edar di Indonesia Maret 2019 dibanderol dengan harga sama persis: Rp4.099.000 (4/64) dan Rp4.899.000 (6/128).

Saat ini ketiganya bisa Anda temukan di pasaran Indonesia. Jika Anda sedikit bingung, berikut kami jabarkan perbedaan spesifikasi dan harga antara Samsung Galaxy A50, Galaxy A50s, dan Galaxy A51.

Sepintas, perbedaan antara Galaxy A50 dan A50s cukup signifikan. Sementara perbedaan Galaxy A50s dan A51 hanya dua, yakni luas bentang layar dan pemgaturan empat kamera (A50s hanya tiga).

Sementara komponen inti mulai dari chipset, RAM, storage, baterai, kamera depan, dan dukungan NFC, masih sama.

Baca juga artikel berikut ini : Review Mouse Gaming Corsair M55 RGB Pro

Berikut spesifikasi lengkap Samsung Galaxy A50, Galaxy A50s, dan Galaxy A51:

Spesifikasi Galaxy A50 Galaxy A50s Galaxy A51
       
Rilis Maret 2019 September 2019 Januari 2020
Display Super AMOLED Super AMOLED Super AMOLED
Layar 6.4 inci 1080×2340 6.4 inci 1080×2340 6.5 inci 1080×2400
Rasio 19.5:9 19.5:9 20:9
Dimensi 158.5×74.7×7.7mm 158.5×74.5×7.7mm 158.5×73.6×7.9mm
Berat 166 gram 169 gram 172 gram
Selfie 25MP 32MP 32MP
Kamera 25MP + 8MP + 5MP 48MP + 8MP + 5MP 48MP + 12MP + 5MP + 5MP
CPU Exynos 9610 (10nm) Exynos 9611 (10nm) Exynos 9611 (10nm)
Prosesor Octa-core 4×2.3 GHz dan 4×1.7 GHz Octa-core 4×2.3 GHz dan 4×1.7 GHz Octa-core 4×2.3 GHz dan 4×1.7 GHz
GPU Mali-G72 MP3 Mali-G72 MP3 Mali-G72 MP3
RAM 4GB / 6GB 4GB / 6GB 6GB
Penyimpanan 128GB / 256GB 64GB / 128GB 128GB
Memori Eksternal Ya, sampai 512GB Ya, sampai 512GB Ya, sampai 512GB
Slot kartu Dedicated Dedicated Dedicated
Fingerprint Ya Ya Ya
Face Unlock Ya Ya Ya
NFC Ya Ya Ya
Jaringan 4G LTE 4G LTE 4G LTE
Baterai 4.000mAh 4.000mAh 4.000mAh
OS Android 9.0 (Pie); One UI Android 9.0 (Pie); One UI Android 10.0; One UI 2
Warna Black, White, Blue, Coral Prism Crush Black, Prism Crush Blue, Prism Crush Green Prism Crush Black, Prism Crush Blue, Prism Crush White
Harga Rp4.099.000 / Rp4.899.000 Rp4.099.000 / Rp4.899.000 Rp4.399.000

6 Spesifikasi Unik Samsung Galaxy S10 Lite, Lebih Baik dan Lebih Murah

Rentetan produk smartphone baru terus diperkenalkan di dalam Juli ini. Di pertengahan bulannya, kamu bisa menemukan beragam produk smartphone baru yang diluncurkan oleh berbagai perusahaan.

Salah satu tujuan itu tak lain adalah untuk bersaing satu sama lain. Namun demikian, selalu sulit untuk bersaing dengan smartphone yang memiliki embel-embel flagship. Itu karena smartphone flagship selalu menjadi produk keunggulan perusahaan tersebut yang sering kali memberikan cita rasa premium kepada pemiliknya.

Baca juga artikel berikut ini : Review Mouse Gaming Corsair M55 RGB Pro

Samsung adalah salah satu perusahaan besar smartphone yang susah untuk disaingi dalam urusan flagship tersebut. Jawabannya adalah karena teknologi dan inovasi canggih yang diberikan dan susah ditiru yang lain.

Cek saja produk yang bernama Samsung Galaxy S10 Lite ini. Walau sudah diluncurkan beberapa bulan lalu, tapi tetap saja smartphone ini belum bisa tergantikan oleh smartphone lainnya.

1. Memiliki layar super nyaman

Pembicaraan pertama dalam membahas smartphone tidak lain adalah desainnya. Mengusung produk unggulannya yang terdahulu, bagian depan S10 Lite memiliki desain layar Infinity-O. Layar tersebut memungkinkan pengguna menikmati berbagai hiburan dari tampilan 6,7 inci yang hampir sepenuhnya menjadi bagian depan smartphone.

Malah layar itu lebih besar daripada Galaxy S10+ yang berukuran 6,4 inci. Nonton video, bermain game, apa pun itu, semuanya menjadi terasa menyenangkan berkat kehadiran layar besar dengan kualitas Super AMOLED.

2. Performa hampir tidak mungkin tersendat

Samsung bukanlah perusahaan yang menghadirkan smartphone murahan. Demi kepuasan pelanggannya dan tanpa mengurangi sedikit pun kualitas dari seri S10, Samsung memberikan prosesor Snapdragon 855 yang super kuat.

Hal itu memungkinkan kamu bisa menjalankan berbagai aplikasi berat tanpa tersendat sama sekali. Ini cocok bagi mereka yang sering menjadi konten kreator kreatif dengan kondisi harus selalu sering bepergian.

3. Lensa kamera yang mampu menangkap berbagai gambar dengan detail

Tak lengkap rasanya membicarakan smartphone tanpa membicarakan kamera yang dimiliki. Di Samsung S10 Lite ini, tiga lensa kamera belakang disediakan untuk mendukung pengguna menyampaikan ekspresi yang dimilikinya. Tiga kamera itu meliputi lensa makro 5MP dan F2.4, lensa wide-angle 48MP, dan lensa ultra wide 12MP.

Bagaimana dengan kamera depan? Samsung memberikan kamera selfie dengan kekuatan lensa 32MP. Semua itu dibantu dengan prosesor premium Qualcomm, memungkinkan Galaxy S10 Lite memproses gambar hingga sedetail mungkin tanpa melewatkan satu pun momen kecil yang tak tampak.

4. Fitur-fitur canggih yang sudah diterapkan pada flagship tercanggihnya

Berbicara seri Lite, ini memang smartphone yang setidaknya menurunkan satu tingkat kecanggihan dari seri orisinalnya. Di bayangan kita, pasti akan ada banyak fitur yang dihilangkan dari smartphone ini. Tetapi kenyataannya smartphone ini tetap mendapatkan fitur-fitur canggih yang merembet ke Galaxy S20.

Contoh saja ada fitur Super Steady OIS yang memungkinkan pengguna merekam video tanpa terasa bergoyang sama sekali alias selalu stabil. Kamu pun bisa berkreasi membuat film pendek lewat smartphone ini tanpa perlu menghadirkan peralatan canggih seperti produksi film pada umumnya.

5. Daya baterainya ditambahkan menjadi lebih besar

Percaya tidak percaya, Galaxy S10 Lite yang dipasarkan dengan harga lebih murah ini dari pendahulunya malahan mendapatkan beberapa spesifikasi yang lebih baik. Salah satunya tampak pada baterai. Baterai di Galaxy S10 Lite berukuran 4.500 mAh. Sungguh jauh berbeda dengan seri S10-nya yang saat itu masih menggunakan baterai berdaya 3.400 mAh.

Itu artinya kamu bisa menikmati smartphone ini jauh lebih lama daripada seri sebelumnya. Belum lagi Galaxy S10 Lite juga sudah mendukung pengisian super hingga 45W. Hanya dengan pengisian beberapa waktu saja, kamu sudah mendapati smartphone ini penuh kembali.

6. Spesifikasi yang lebih baik, harga yang lebih murah

Palingan satu-satunya kekurangan pada Galaxy S10 Lite adalah tidak adanya kamera telephoto. Tetapi jika berbicara masalah harganya yang lebih murah, seharusnya kekurangan itu bisa dimaklumi. Dahulu seri Galaxy S10 dijual dengan harga di atas Rp10 jutaan, namun di seri S10 Lite ini, kamu bisa mendapatkannya dengan harga mulai Rp 9.799.000,00.

Baca juga artikel berikut ini : Sederet Keunggulan Huawei P40 Series yang Menggoda

Ada tiga varian warna yang ditawarkan di Galaxy S10 Lite, yaitu Prism Black, Prism Blue dan Prism White. Untuk masalah opsi RAM dan ROM-nya, hanya ada satu pilihan saja yaitu RAM 8GB dan ROM 128GB. Kamu pun tak perlu ambil pusing untuk memilih varian mana terlepas dari pilihan warna saja.

Samsung Galaxy S10 Lite adalah pilihan yang cocok bagi mereka yang ingin tampak muda dan modis, tetapi tetap mendapatkan kesan eksklusif. Tidak. Smartphone ini tidak ketinggalan zaman lantaran sudah hadir Galaxy S20. Kamu tetap bisa tampak mendapatkan kecanggihan super dari Samsung lewat S10 Lite.

Review Mouse Gaming Corsair M55 RGB Pro

Gaming jadi semakin nyaman berkat tersedia begitu banyaknya aksesori pendukung: gamepad, keyboard, mouse, bahkan kursi khusus. Sayangnya, opsi periferal di PC jadi jauh lebih sedikit jika Anda terlahir kidal. Itu artinya, mau tak mau pengguna kidal harus beradaptasi dengan perangkat yang didesain untuk pengguna ‘normal’ atau menerima pilihan yang ada dengan lapang dada.

Pengguna setia Corsair mungkin juga memahami, faktor kenyamanan lah yang membuat perusahaan hardware PC asal Amerika itu menyediakan mouse berdesain ergonomis. Rancangan ini diterapkan baik untuk model entry-level, premium, hingga varian-varian terbaru. Namun ada kabar gembira jika Anda membutuhkan mouse berdesain ‘netral’. Corsair Components sudah menyiapkan satu lagi opsi esensial bernama Corsair M55 RGB Pro.

Baca juga artikel berikut ini : Sederet Keunggulan Huawei P40 Series yang Menggoda

Corsair mendeskripsikan M55 RGB Pro sebagai mouse gaming ‘multi–grip‘ ambidextrous. Singkatnya, produk ini didesain agar fleksibel untuk digunakan oleh berbagai jenis gamer dan siap mendukung tipe genggaman berbeda: palm, claw ataupun fingertip. Penawaran ini terdengar menarik, tapi betulkah Corsair sudah menemukan satu desain ideal yang mampu menjawab seluruh kebutuhan user? Simak pembahasan lengkapnya setelah saya menguji M55 RGB Pro selama hampir dua minggu.

Presentasi produk dan desain

M55 RGB Pro disajikan secara sederhana. Mouse tersambung ke PC via kabel USB sepanjang 1,8-meter, dan bisa segera dideteksi oleh Windows 10 begitu Anda mencolokkannya. Meski demikian, M55 RGB Pro baru beroperasi maksimal jika Anda menginstal iCUE. Via software ini, Anda dapat mengakses seluruh fungsi mouse, termasuk mengutak-utik LED RGB-nya.

Bahkan untuk ukuran tangan saya yang kecil, M55 RGB Pro tidak terlalu besar. Mouse memiliki dimensi 124,4×57,25×40 milimeter. Tubuhnya terbuat dari plastik dengan tekstur doff yang membantu meningkatkan daya cengkeram di jari. Selanjutnya, Corsair membubuhkan lapisan karet berpola segitiga pada sisi kiri dan kanan, demi memaksimal kendali dan sangat berguna ketika situasi menuntut kita membuat manuver-manuver presisi.

Untuk memberikan gambaran mengenai fleksibilitas desain M55 RGB Pro, perlu Anda tahu bahwa saya mempunyai jari yang kecil dan terbiasa menggenggam mouse dengan postur ‘mencakar’. Kebiasaan ini membuat daya jangkau jari jadi lebih pendek lagi. Tapi berita baiknya, saya tidak pernah kesulitan menekan segala tombol yang ada di sana, termasuk dua thumb button di samping.

Desainer Corsair turut mencantumkan lapisan karet berpola heksagonal pada scroll wheel, lalu menempatkan switch DPI di tengah, di area yang mudah dijangkau tetapi sangat kecil peluang untuk tak sengaja menekannya. Dua pasang thumb button di kiri dan kanan pada dasarnya dibaca sebagai tombol berbeda, dan Anda dipersilakan menentukan fungsinya secara manual di dalam permainan.

Pendekatan seperti ini beberapa beberapa kali sempat saya temukan di produk kompetitor (meskipun tidak sering), contohnya mouse MSI Clutch GM40 yang sama-sama menawarkan desain ambidextrous. Namun dilihat dari sisi fitur, Clutch GM40 sedikit lebih canggih karena ia mempunyai switch untuk menukar fungsi thumb button kiri ke kanan atau sebaliknya sehingga kita tidak perlu mengustomisasi secara manual. Kabar gembira buat Corsair, produk MSI itu belum tersedia secara luas di Indonesia.

Menakar kualitas dan mengulik komponen

Menakar dari aspek harga, Corsair tampaknya menyiapkan M55 RGB Pro sebagai periferal kendali entry-level. Namun tak perlu cemas, sang produsen sama sekali tidak mengambil jalan pintas dalam pembuatannya. M55 RGB Pro mempunyai tubuh yang kokoh, penempatan komponen yang presisi, lalu hal terpenting adalah seluruh tombolnya terasa konsisten, baik pada dua tombol utama, scroll wheel, switch DPI maupun keempat thumb button-nya (total ada delapan).

Jika sensor adalah mata dan switch menjadi jantungnya, maka Corsair boleh dibilang telah memilih ‘organ’ yang tepat dalam menyusun M55 RGB Pro. Mouse dibekali switch Omron yang menjanjikan daya tahan hingga 50 juta kali klik (minimal) serta dipersenjatai sensor optik spesialis gaming Pixart PAW3327. Varian ini kabarnya mampu membaca hingga 12.400-dots per inch dan punya polling rate (kemampuan mengirimkan info ke PC terkait posisi mouse dalam satu detik) sebesar 1.000Hz.

Itu berarti, Corsair M55 RGB Pro pada dasarnya mempunyai spesifikasi internal high-end – meski ada kemungkinan kita tidak pernah betul-betul membutuhkannya atau menggunakan setting DPI setinggi itu. 1.000Hz sendiri maksudnya ialah, data dikirimkan 1.000 kali dalam satu detik, meminimalkan peluang kesalahan baca dan memaksimalkan akurasi. Perlu digarisbawahi juga bahwa putaran scroll wheel terasa kosisten dan stabil, tak pernah terasa lompat.

Baca juga artikel berikut ini : Samsung Boyong Monitor Super Melengkung ke Indonesia

Sekali lagi, desain ambidextrous M55 RGB Pro ialah kekuatan utamanya. Saya bukanlah gamer kidal, tapi saya sangat mengapresisasi kesederhanaan yang disajikan oleh produk ini. Mereka yang mendalami ilmu desain pasti setuju serta berpegang pada prinsip ‘form follows function‘, dan hal tersebut diwakilkan oleh M55 RGB Pro. Tidak ada satu aspek pada mouse yang tidak berguna. Bahkan pencahayaan RGB-nya pun tidak berlebihan

Namun untuk sebuah periferal berwujud simpel, saya merasa Corsair M55 RGB Pro dipatok di harga cukup premium (walaupun tidak setinggi M65 Elite). Produk dibanderol seharga hampir Rp 600 ribu, sekitar dua kali lipat Harpoon RGB wired. Tidak masalah jika Anda menginginkan mouse berdesain ambidextrous, tapi seandainya desain bukan jadi pertimbangan utama dan Anda lebih memprioritaskan konektivitas nirkabel, Anda bisa membeli Harpoon RGB Wireless dengan menabung sedikit lagi.

Sederet Keunggulan Huawei P40 Series yang Menggoda

Salah satu pilihan smartphone papan atas saat ini di Indonesia adalah Huawei P40 Pro Plus, seri terbaik dibandingkan Huawei P40 ataupun P40 Pro. Dari sisi jeroan, desain dan terlebih kemampuan kameranya, ponsel cerdas ini jelas patut diapresiasi walaupun memang tidak ada smartphone yang sempurna.

Desain

Dibandingkan P40 Pro, tidak terdapat perbedaan kentara saat kita melihat P40 Pro Plus. Wajar saja, hampir semua sudut penampilannya identik kecuali bagian belakang P40 Pro Plus lebih mewah, lantaran menggunakan material keramik.

Baca juga artikel berikut ini : Samsung Boyong Monitor Super Melengkung ke Indonesia

Versi warna Ceramic White yang glossy pun berhasil memancarkan kesan bahwa smartphone ini kelasnya premium, ditambah lagi bahan keramik lebih tangguh dan lebih tahan goresan dibandingkan kaca.

P40 Pro Plus, seperti halnya P40, desainnya disebut Huawei sebagai Quad Curve Overflow Display, nama lain untuk lengkungan layar di keempat sisinya, baik atas bawah maupun kanan dan kiri. Wujudnya ini cukup menjadi penyegaran di tengah tampilan smartphone yang makin seragam, bahkan di kelas flagship.

Frame dari metal keperakan yang mengelilinginya, dihiasi tombol volume dan power di sisi kanan, speaker, colokan USB Type C dan slot kartu SIM di bagian bawah. Kemudian sisi kiri dan atasnya bersih. Ya, sudah tidak ada colokan headphone standar 3,5 mm di handset ini.HP

Tentu hal paling kentara pada bagian belakang adalah modul kameranya, berbentuk segi panjang di kiri atas. Kamera itu cukup menonjol sehingga agaknya wajib memakai casing agar lensa kamera tetap bersih dan bodinya tetap terlindung jika terjadi sesuatu.

Walaupun cukup besar, cukup tebal dan tidak bisa dibilang enteng, Huawei P40 Pro Plus ternyata enak digenggam, terbantu oleh sisi-sisinya yang melengkung dan ergonomis. Ponsel ini sedap pula dipandang, build quality-nya kokoh dan ada bonus lain, yaitu permukaannya tidak rentan meninggalkan bekas sidik jari.

Layar

Huawei P40 Pro Plus

Huawei memberikan layar jenis OLED ke P40 Pro Plus, resolusinya 1.200 x 2.640 pixel dengan kepadatan pixel 441 ppi (pixel per inch). Sedangkan ukurannya mencapai 6,58 inch.

Mungkin di antara lawannya di kelas flagship, resolusinya bukan tertinggi atau tertajam, tapi warna-warna yang ditampilkan tetap memukau, tajam khas OLED, juga tetap terang digunakan di luar ruangan.

Terlebih lagi, ukurannya pun amat lapang dengan rasio layar ke bodi tembus 91,6%, makin memuaskan untuk mengakses beragam konten.

Huawei memberikan opsi lengkap untuk mengatur layar sesuai keinginan, dari pilihan resolusi, mode dan suhu warna sampai refresh rate antara 60 Hz dan 90 Hz jika ingin animasinya lebih lancar. Lagi-lagi, refresh rate itupun bukan yang tertinggi di jajaran smartphone flagship, tapi sudah cukup baik.

Baca juga artikel berikut ini : Review Samsung Galaxy Z Flip, Smartphone Canggih yang Compact dan Modern

Layar ini dibenamkan pemindai sidik jari virtual yang cepat dan akurat. Selain itu, ada support HDR10 sehingga konten video yang mendukungnya tampil makin jernih. Pendek kata, segala teknologi layar terkini sudah ada di P40 Pro Plus.

Namun bagi beberapa orang, mungkin ada sedikit gangguan di layar lantaran desain kamera depan punch hole pada sisi kiri atas cukup besar, karena harus menampung sensor agar selfie dan pemindai wajah lebih baik.

Samsung Boyong Monitor Super Melengkung ke Indonesia

Setelah dipamerkan di CES 2020, Samsung kini merilis monitor gaming super melengkungnya ke Indonesia. Yaitu Odyssey G9 dan G7 dengan kurvatur 1000R.

Odyssey G9 adalah sebuah monitor gaming berukuran 49 inch yang punya resolusi dual QHD (5,120 x 1,440 pixel) dengan teknologi QLED, refresh rate 240Hz dan HDR1000. Monitor ini juga mendukung teknologi adaptive refresh rate, baik G-Sync maupun FreeSync.

Baca juga artikel berikut ini : Review Samsung Galaxy Z Flip, Smartphone Canggih yang Compact dan Modern

Dengan resolusi ini, jumlah pixel pada G9 mencapai 7,3 juta pixel, mendekati jumlah pixel pada resolusi 4K yang mencapai 8,3 juta pixel. Artinya monitor ini membutuhkan GPU yang sangat bertenaga untuk bisa memainkan game AAA di resolusi maksimal. Sementara itu untuk refresh rate 240Hz-nya mungkin baru bisa dinikmati pada game kompetitif yang biasanya tak membutuhkan kemampuan grafis terlalu tinggi, CS:GO contohnya.

Sementara Odyssey G7 menawarkan ukuran yang lebih kecil, 27 dan 32 inch, namun dengan kurvatur yang sama yaitu 1000R dan refresh rate 240Hz. Resolusinya juga lebih kecil hanya 2,560 x 1,440 pixel alias QHD, dan HDR yang lebih rendah, yaitu HDR600.

Kedua monitor ini diposisikan sebagai monitor gaming, karena menurut Samsung, saat ini bisnis gaming baik di Indonesia maupun secara global, terus tumbuh dengan pesat.

“Industri game terus berkembang pesat di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia sebagai salah satu market terbesar di Asia Tenggara yang menghasilkan pendapatan hingga USD 1,1 milyar pada tahun 2019,” ujar Ellya, Head of Display Business, Samsung Electronics Indonesia dalam peluncuran monitor ini yang dilakukan secara virtual.

Ditambah lagi, menurut Ellya, saat ini pengguna aktif internet yang bermain game di PC pada 2020 mencapai 21%. Pasar inilah yang ingin digarap oleh Samsung dengan merilis Odyssey G7 dan G9.

Meski diposisikan sebagai monitor gaming, Odyssey G9 ini pun menurut Samsung layak digunakan untuk produktivitas alias bekerja. Pasalnya panel yang digunakan diklaim punya akurasi warna yang cukup tinggi, yaitu DCI-P3 95%, dan didukung teknologi QLED yang membuat jangkauan sRGB-nya mencapai 125%.

“Kami yakin gaming monitor Samsung Odyssey dapat memberikan pengalaman baru bagi seluruh pemain game PC yang jumlahnya terus meningkat di tahun 2020 ini. Baik penggemar kemajuan teknologi, gamer kasual yang menginginkan performa terbaik, hingga atlit eSports profesional, Samsung Odyssey dapat menjadi senjata andalan dalam mengantarkan setiap gamer meraih kemenangan menakjubkan,” tutup Ellya.

Baca juga artikel berikut ini : Keuntungan Membeli Gadget di Pameran

Di Indonesia, Samsung Odyssey G9 dan G7 akan segera hadir di bulan Agustus 2020. Samsung Odyssey G9 tersedia dalam ukuran 49 inci dengan harga Rp 24.999.000 sementara Odyssey G7 hadir dalam 32 inci seharga Rp 13.499.000 dan 27 inci seharga Rp 11.999.000.

Review Samsung Galaxy Z Flip, Smartphone Canggih yang Compact dan Modern

Rindu dengan hanphone flip yang jaman dahulu pernah hits? Samsung kini kembalikan kenangan itu! Handphone flip dinilai memiliki bentuk yang lebih simple dan compact untuk kebutuhan sehari-hari. Seperti Samsung Galaxy Z Flip ini!

Tidak perlu panjang lebar, langsung saja yuk kita simak review kelebihan dan kekurangan Samsung Galaxy Z Flip serta spesifikasinya yang lengkap dan canggih!

Baca juga artikel berikut ini : Keuntungan Membeli Gadget di Pameran

Kekurangan dan Kelebihan Samsung Galaxy Z Flip

Kelebihan Samsung Galaxy Z Flip

1. Desain yang Compact

Galaxy Z Flip ini merupakan ponsel dengan layar penuh yang bisa dilipat sehingga muat di saku! Ponsel flip yang ringkas ini memberikan kepuasan yang maksimal bagi penggunanya. Galaxy Flip bisa dilipat hingga sangat kecil dengan desain yang luar biasa sehingga mudah dibawa kemanapun. Mulai dari kamu taruh di saku baju, celana, tas kecil, atau bahkan jadi aksesoris!

Bentuknya yang unik juga ditingkatkan dengan adanya desain eksterior yang memukau. Tampilan kaca yang menakjubkan bisa sekaligus kamu jadikan aksesoris untuk merias wajah.

2. Tampilan Warna yang Elegan

Tampilan warna elegan dan unik pada smartphone unik satu ini memang jadi daya tarik tersendiri. Mulai dari desain tampilan depan ke belakang, atas ke bawah, maupun saat terbuka dan tertutup semua terlihat sempurna dan unik! Bagaimana pun cara kamu melihat dan menggunakannya. Galaxy Z Flip ini adalah perangkat yang tampak cantik dan unik.

Untuk pilihan warnanya kamu bisa memilih dari 2 variasi, yaitu mirror black dan mirror purple. Bisa kamu pilih sesuai selera dan karakter dirimu saat berpenampilan!

3. Layar Samsung Galaxy Z Flip

Samsung Galaxy Z Flip, memiliki layar AMOLED yang dinamis dan memberikan kualitas tampilan warna yang luar biasa serta cahaya biru yang tak berlebihan. Dengan tampilan bazel yang kecil dan lekukan yang sempurna, smartphone unik satu ini memiliki ukuran layar sebesar 6,7 inch. Bisa dikatakan, smartphone ini adalah smartphone flip modern terbaik.

Merupakan layar lipat dengan bahan kaca pertama keluaran Galaxy, terbuat dari Samsung Ultra Thin Glass. Membuat kamu siap untuk rasakan tampilan memuaskan dari layar datar yang halus.

4. Kamera Samsung Galaxy Z Flip

Teknologi Flip Galaxy Z Flip ini membuat kamu untuk bisa berbincang melalui video call secara hands-free dan selfie yang sebelumnya tidak terjangkau. Bagaimanapun kamu mengaturnya, kamu bisa dapatkan foto atau video call yang jernih.

Hanya dengan melipat dan menahan pada posisi yang diinginkan, membuatmu dapat menangkap berbagai gambar untuk berbagai sudut. Smartphone ini tergolong sangat fleksibel untuk berbagai kebutuhan termasuk mengambil gambar.

Tingkatkan panggilan suara dengan video call menggunakan Google Duo. Obrolan jadi semakin seru karena adanya kamera depan yang sangat jernih dengan 10MP!

5. Fitur Canggih Samsung Galaxy Z Flip

Beralih ke fitur pada Samsung Galaxy Z Flip. Tingkatkan penggunaan aplikasi dengan membuka aplikasi sekaligus tanpa harus menutup layar atau beralih ke tab lain. Kegiatan multitasking akan terasa lebih mudah dengan layar 6,7 inch Multi Active Window.

Kamu bisa langsung klik dan geser untuk mengatur ponsel meskipun dalam keadaan tertutup. Layar penutup memberikan kamu informasi sekilas seperti notifikasi pesan atau telfon.

6. Baterai Samsung Galaxy Z Flip

Tersedia dengan baterai ganda yang memiliki daya lebih besar dalam smartphone yang ramping. Dengan kapasitas baterai 3300 mAh, baterai bisa kamu gunakan sepanjang hari tanpa harus bolak balik mengisi daya baterai.

Baca juga artikel berikut ini : 7 Cara Menghemat Uang Belanja untuk Bujet Pas-pasan

7. Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy Z Flip

Untuk rincian lengkapnya mengenai spesifikasi apa saja yang ada pada ponsel unik satu ini, kamu bisa lihat gambar di bawah:

    • Layar 6,7 inci Dynamic AMOLED Ultra Thin Glass resolusi 1080×2636 dengan rasio 21,9:9
    • Layar kecil Super AMOLED 1,1 inci
    • Corning Gorilla Glass 6
    • Prosesor Qualcomm Snapdragon 855+
    • GPU Adreno 640
    • RAM 8 GB
    • ROM 256 GB
    • Sistem operasi Android 10, One UI 2.0
    • Kamera utama 12 MP f/1.8, lensa ultrawide 12 MO f/2.2
    • Kamera selfie 10 MP f/2.4
    • Baterai 3.300 dengan pengisian daya cepat 15 Watt
    • Fingerprint di tombol power, NFC, USB Type-C

Keuntungan Membeli Gadget di Pameran

Siapa sih yang tidak mau mendapatkan atau membeli gadget baru dengan harga murah? Meski saat ini e-commerce sering mengadakan diskon besar saat peluncuran gadget baru, ada orang yang kurang nyaman berbelanja online. Alasannya karena jika terjadi kecacatan barang hingga prosedur return barang lebih ribet daripada toko.

Sayangnya, harga gadget di toko offline seringkali tidak semurah toko online. Lalu bagaimana cara agar tetap bisa mendapatkan gadget dengan harga terbaik? Jawabannya adalah dengan mengunjungi pameran.

Baca juga artikel berikut ini : 7 Cara Menghemat Uang Belanja untuk Bujet Pas-pasan

Biasanya pameran gadget dan komputer diselenggarakan di mall besar atau gedung gedung besar seperti JCC Senayan Jakarta. Apa saja yang bisa kamu dapatkan dengan membeli gadget di pameran?

Banyak pilihan dalam satu tempat

Pameran merupakan ajang tepat membandingkan gadget yang kamu idam-idamkan. Misalnya selama ini kamu tertarik pada merk A tapi banyak mendengar review bagus tentang merk B. Di pameran kamu bebas membandingkan sekaligus berkonsultasi dengan seller resmi masing-masing merk.

Bisa mencoba langsung

Tidak seperti membeli online di mana kamu harus menunggu barang berhari-hari, di pameran kamu bisa mencoba berbagai sampel asli sebelum membeli. Kamu yang memiliki bujet pas-pasan juga bisa menjajal merk-merk high end. Asyik kan?

Beli Notebook di Jogja Gadget Expo 2014, Bisa Dapat Motor - Tribun ...

Banyak diskon

Harga murah memang menjadi daya tarik utama dari penyelenggaraan pameran gadget dan komputer. Pembeli akan dimanjakan dengan berbagai promo menarik, baik dari segi diskon harga produk, maupun bonus-bonus tambahan lainnya.

Baca juga artikel berikut ini : Spesifikasi dan Harga Asus ROG Phone 3, HP Gaming Paling Dinanti

Tukar tambah dengan harga menguntungkan

Bila berkunjung ke pameran gadget dan komputer, pastikan membawa ponsel lamamu. Pasalnya, ada sejumlah booth yang menggelar program trade in atau tukar tambah ponsel lama dengan ponsel baru. Namun tentu saja syaratnya ponsel android lama dalam kondisi baik, yakni layar tidak rusak, tidak ada baret, atau penyok.

Belanja gadget baru sambil rekreasi

Setelah gadget idaman didapatkan, kamu bisa seru-seruan sambil bermain game berteknologi VR. Kamu yang gadget mania juga bisa cuci mata karena ada banyak gadget terbaru dan tercanggih yang dipamerkan.