Lakukan Hal Ini Saat Aplikasi di iOS Tiba-tiba Alami Crash

Pengguna iOS menyampaikan keluhannya usai puluhan aplikasi di iOS mendadak alami crash sehingga tidak dapat diakses. Jangan panik, kamu bisa melakukan hal ini saat aplikasi di iOS tiba-tiba alami crash.

Berdasarkan keluhan pengguna iOS di media sosial, beberapa aplikasi iOS yang tidak dapat dibuka ini dialami oleh para pengguna perangkat iPhone dan iPad.

Melansir dari The Verge, beberapa aplikasi yang tidak dapat diakses tersebut adalah Spotify hingga TikTok dan Tinder. Total ada puluhan aplikasi yang mendadak alami crash dan tidak dapat dibuka.

Baca juga artikel berikut ini : Tetap Sehat di Usia Lanjut

Melansir dari The Verge, beberapa aplikasi yang tidak dapat diakses tersebut adalah Spotify hingga TikTok dan Tinder. Total ada puluhan aplikasi yang mendadak alami crash dan tidak dapat dibuka.

Diketahui hal ini terjadi karena Facebook SDK atau Software Development Kit yang mengalami gangguan atau eror. Alhasil berbagai aplikasi populer justru mengalami crash.

Sebagai usaha untuk menangani aplikasi di iOS yang tiba-tiba alami crash ini, beberapa pengguna mengaku telah melakukan beberapa cara namun hal ini belum juga dapat teratasi.

Ilustrasi iPhone. (unsplash/Bagus Hernawan)

Cukup mudah dan praktis, jika mengalami masalah dengan aplikasi iOS ini, berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan saat aplikasi di iOS tiba-tiba alami crash.

Cara pertama adalah dengan melakukan restart iPhone. Untuk beberapa kasus, hal ini bisa dilakukan jika masalah yang muncul ada pada perangkat yang kamu gunakan bukan aplikasi yang diinstal.

Selain itu, cara kedua yang bisa kamu lakukan adalah melakukan uninstall dan install ulang aplikasi. Jika masalah masih ada di aplikasi, dengan cara ini kemungkinan keadaan aplikasi di iOS yang tiba-tiba alami crash ini akan teratasi.

Baca juga artikel berikut ini : Bijak Pengawasan Anak Dalam Menggunakan Gadget

Langkah terakhir yang bisa kamu lakukan untuk memulihkan aplikasi di iOS yang tiba-tiba alami crash adalah dengan melakukan update aplikasi atau update sistem operasi perangkat.

Saat aplikasi di iOS tiba-tiba alami crash seperti yang terjadi baru-baru ini, beberapa cara di atas dapat kamu lakukan untuk memulihkan aplikasi agar dapat digunakan seperti biasa.

8 Rekomendasi HP Murah Rp 1 Jutaan Untuk Anak Sekolah

HP murah Rp 1 jutaan tapi bagus, bisa membantu kegiatan belajar online para siswa dari rumah. Tahun ajaran baru pun siap disambut dengan penuh semangat!

Sesi sekolah virtual biasanya dilakukan dengan aplikasi Zoom dan sejenisnya. Sementara kordinasi tugas-tugas sekolah sering dilakukan WhatsApp.

Hal ini tentu juga jadi pertimbangan para orangtua. Maka, smartphone murah tapi spesifikasinya mendukung kegiatan belajar, adalah pilihan yang patut dicoba..

Baca juga artikel berikut ini : Inikah Smartphone 5G Paling Murah dari Samsung?

inilah 8 rekomendasi HP murah Rp 1 jutaan yang bisa menjadi pilihan:

1. Samsung Galaxy A10s

Review Samsung Galaxy A10s

Samsung punya Galaxy A10s yang mengusung layar IPS LCD 6,2 inchi, 720 x 1.520 HD+ pixels. Smartphone ini ditenagai Mediatek Helio P22, PowerVR GE8320 dan RAM 2 GB, ROM 32 GB.

Baterainya 4.000 mAH. Kamera belakangnya ada dua yaitu 13MP dengan aperture f/1.8 dan 2MP dengan aperture f/2.4. Kamera depannya 8MP dengan aperture f/2.0. Resolusi video 1.080p@30fps.

HP ini tersedia dalam warna hijau, merah atau hitam, cocok untuk gadget anak sekolah. Samsung Galaxy A10s dibanderol Rp 1,749 juta

2. Vivo Y11

vivo y11

Pilihan HP untuk anak sekolah dari Vivo adalah Vivo Y11. Kapasitas besar 5.000 mAh membuat daya tahan baterai lebih lama.

Vivo Y11 dengan Snapdragon 439 ini memiliki kunci sidik jari di belakang. Layarnya sendiri berukuran 6,35 inch.

Kamera depannya berbekal sensor 8 MP f/1.8 dan dilengkapi AI face beauty. Dual kamera belakang 13 f/2.2 dan 2 MP f/2.4 mendukung efek bokeh yang didukung AI atau kecerdasan buatan. Cocok untuk anak remaja.

Vivo Y11 tersedia dalam warna coral red dan jade green. Smartphone ini dibanderol dengan harga Rp 1,899 juta.

3. Oppo A12

Oppo A12

HP murah Rp 1 jutaan selanjutnya ada ponsel Oppo A12 yang mengusung baterai 4.230 mAh dan dilengkapi fitur pengisian cepat 10W. Ponsel ini ditenagai Helio P35 yang diracik dengan RAM 3 GB. Ruang penyimpanan internalnya 32 GB.

Kamera ganda disematkan di bagian belakang. Kamera utamanya 13 MP f/2.2, sementara kamera kedua 2 MP f/2.4. Untuk kebutuhan selfie diberikan kamera 5 MP f/2.0 yang difungsikan untuk Face Recognition.

Hadir dengan bentangan 6,22 inch dengan resolusi 1520 x 720 pixel. HP harga Rp 1 jutaan ini menjalankan ColorOS 6.1.2 berbasis Android 9.0 ini hadir dalam varian warna hitam dan biru. Harganya Rp 1,899 juta.

4. Realme C3

Realme C3

Realme juga punya HP murah Rp 1 jutaan yaitu Realme C3. Layar HP Android ini cukup lapang, 6,52 inch dengan resolusi HD Plus. Ada notch tetesan air di bagian atas yang memuat kamera depan. Layarnya IPS LCD dengan proteksi Corning Gorilla Glass 3.

Realme C3 pakai baterai 5.000 mAh. Dapur pacunya ditenagai Helio G70 dengan RAM 3 GB ROM 32 GB. Punya tiga kamera di belakang, komposisinya 12MP f/1.8 untuk kamera utama, 2MP f/2.4 untuk kamera portrait dan 2MP untuk kamera makro. Harga Rp 1,899 juta.

Ponsel ini menjalankan Android 10. Unitnya tersedia dengan warna frozen blue dan blazing red. Realme C3 bisa dibeli dengan harga Rp 1,899 juta.

5. Xiaomi Redmi 8

Redmi 8

Xiaomi juga punya HP murah Rp 1 jutaan yang cocok untuk anak sekolah. Ada Redmi 8 yang mengusung layar 6,22 inch dengan dapur pacu Snapdragon 439.

Layarnya PS LCD dengan Gorilla Glass 5. Redmi 8 mengusung baterai 5.000 mAh yang diklaim punya waktu standby hingga 25 hari dan sanggup memutar musik 180 jam, dan bertelepon 28 jam.

Xiaomi membekali ponsel ini dengan fitur pengisian cepat 18W sehingga dalam waktu 2,2 jam ponsel terisi penuh. Selain itu sudah mendukung USB Type C.

HP Rp 1 jutaan ini punya kamera belakang ganda 12 MP f/1.8 + 2 MP, sementara kamera depan berukuran 8 MP f/2.0. Untuk videonya 1080p@30fps. Redmi 8 dijalankan dengan Android 9.0 Pie.

Redmi 8 tersedia dengan warna Onyx Black, Ruby Red dan Sapphire Blue, cocok untuk anak remaja. Ponsel ini juga tahan cipratan air dan harganya adalah Rp 1,6 juta.

6. Nokia 6

Nokia punya Nokia 6 untuk salah satu pilihan HP murah Rp 1 jutaan. HP ini punya layar IPS LCD berukuran 5,5 inch dan ditenagai Snapdragon 430. Nokia 6 dimodali RAM 3 GB dan memori 32 GB.

Baterainya 3.000 mAh dengan 2 kamera saja. Kamera belakangnya 16 MP f/2.0 dan kamera selfienya 8 MP f/2.0. HP ini dijalankan dengan Android 7.1 Nougat.

Nokia 6 tersedia dalam pilihan warna Arte Black, Matte Black, Tempered Blue, Silver, Copper. Harganya adalah Rp 1,749 juta.

7. Advan G3 Pro 2020

HP murah Rp 1 jutaan selanjutnya adalah Advan G3 Pro 2020 dengan layar Pro WaterDrop Screen. Dapur pacunya Unisoc SC9863A dengan RAM 4GB dan ROM 64GB.

Baterainya berdaya 3.000 mAh. Untuk kameranya ada dua di belakang 12MP + 2MP AF dengan bukaan /f2.2. Sementara untuk kamera depan memiliki resolusi 8MP juga dengan bukaan /f2.2. Untuk videonya adalah 1080p@30fps.

Advan G3 Pro 2020 telah memiliki sistem operasi Android Pie 9.0 dan tersedia dalam warna Jade Green, Peacock Blue. Harganya Rp 1,599 juta.

Baca juga artikel berikut ini : Tinder Luncurkan Fitur Video Chat untuk Pengguna di Indonesia

8. Infinix Hot 9 Play

Review Samsung Galaxy A10s

Satu produk HP murah Rp 1 jutaan lainnya adalah Infinix Hot 9 Play menawarkan baterai jumbo 6.000 mAh sehingga dapat mendukung aktivitas seharian. Layar IPS LCD pun terbilang lapang, 6,82 inch dengan rasio 20,5:9.

Ponsel ini ditenagai MediaTek Helio A25 dengan RAM 4 GB. Sementara memori internalnya 64 GB.

Dari sisi kamera, HP dengan Android 10 ini telah didukung dengan tiga kamera yang sensor utamanya 13MP, lalu 2 MP AI. Sementara kamera selfienya memiliki resolusi 8MP wide dengan flash. Untuk videonya 1080p@30fps. Infinix Hot 9 Play harganya Rp 1,599 juta.

Inikah Smartphone 5G Paling Murah dari Samsung?

Pada April lalu, Samsung merilis Galaxy A51 dan Galaxy A71, dua smartphone seri A pertama yang mendukung jaringan 5G. Di Amerika Serikat (AS), Galaxy A71 5G dijual seharga 599 dollar AS atau sekitar Rp 8,6 juta.

Harga tersebut sekitar separuh dari Galaxy S10 5G yang sudah lebih dulu dijual dengan harga 1.149 dollar AS, atau sekitar Rp 16,6 juta.

Smartphone dengan kemampuan 5G saat ini memang masih dibanderol dengan harga yang tinggi. Konon, harga komponen untuk perangkat 5G memang beberapa kali lipat dari 4G. Namun, sebuah laporan terbaru mengatakan bahwa Samsung saat ini tengah memersiapkan smartphone 5G anyar dengan banderol yang lebih murah yakni Galaxy A42.

Baca juga artikel berikut ini : Tinder Luncurkan Fitur Video Chat untuk Pengguna di Indonesia

Ponsel tersebut, konon akan dijual dengan harga lebih rendah ketimbang Galaxy A51 dan Galaxy A71 versi 5G. Sebab biasanya, urutan seri dan penomoran pada smartphone Samsung juga merepresentasikan perbedaan harga.

Menurut rumor yang beredar, Galaxy A42 memiliki nomor model SM-A426B. Ponsel ini disebut akan diluncurkan pada 2021 mendatang. Kemungkinan, perangkat ini juga akan tersedia dalam versi 4G. Seperti Galaxy A51 dan A71, model yang mendukung jaringan 5G disinyalir akan bernama Galaxy A42 5G.

Beberapa bocoran spesifikasi utama ponsel ini sudah beredar. Ponsel ini akan dibekali memori internal 128 GB, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Gizmo China, Selasa (7/7/2020).

Varian warna yang akan tersedia adalah abu-abu, hitam, dan putih. Soal spesifikasi lainnya belum banyak informasi yang terkuak. Akhir tahun lalu, Samsung dikabarkan akan lebih banyak merilis smartphone 5G murah tahun ini hingga tahun 2021 mendatang.

Baca juga artikel berikut ini : Acer Perbarui Seri Laptop Gaming Predator dengan Intel Core Generasi ke-10

Menurut informasi yang berkembang, vendor asal Korea Selatan itu sedang melakukan negosiasi dengan MediaTek terkait penggunaan chipset 5G murah. Kemungkinan, chipset itu akan dipasang di seri Galaxy A dan M.

Di luar produksi ponsel 5G murah, dalam waktu dekat, Samsung aka segera merilis beberapa produk baru. Salah satunya adalah Galaxy Watch 3 dan Galaxy Bud yang kabarnya akan dirilis 22 Juli mendatang.

Samsung juga disebut akan merilis Galaxy Tab S7 dalam waktu dekat. Selain itu, pada 5 Agustus nanti, Galaxy Note 20, Galaxy Fold 2, dan Galaxy Z Flip 5G kabarnya juga akan diperkenalkan.

 

Tinder Luncurkan Fitur Video Chat untuk Pengguna di Indonesia

Adanya pandemi membuat orang-orang memilih untuk berkegiatan di dalam rumah. Mulai dari bekerja, berolahraga sampai berkomunikasi dengan teman dan keluarga secara virtual. Tak terkecuali bagi para lajang yang ingin menambah kenalan baru, kini lebih aktif untuk menggunakan aplikasi mobile dating seperti Bumble dan Tinder.

Menjadi salah satu aplikasi dating atau media untuk mencari kenalan baru paling populer di Indonesia, Tinder mencoba sediakan layanan baru untuk mengakomodir kebutuhan penggunanya. Ya, mulai hari ini, fitur Tinder video chat resmi diperkenalkan.

Baca juga artikel berikut ini : Acer Perbarui Seri Laptop Gaming Predator dengan Intel Core Generasi ke-10

Berdasarkan survei yang diberikan untuk 5.000 pengguna Tinder di Amerika Serikat pada bulan Mei lalu, banyak dari pengguna aplikasi yang melakukan video chat setelah match di Tinder. Bahkan kebih dari 40% dari anggota Gen Z memilih untuk melakukan video chat terlebih dahulu, sebelum memutuskan apakah kedepannya bakal bertemu secara langsung atau tidak.

Apa Kegunaan Tinder Video Chat?

Tinder video chat

Tinder meluncurkan layanan video chat yang dinamakan Face to Face.

Untuk apa diluncurkan? Tinder sendiri belum memiliki alasan yang pasti. Mulai dari nge-date virtual, makan bersama sampai nonton serial satu season bersama-sama, Tinder membebaskan penggunaan fitur ini untuk seluruh pengguna yang terpilih untuk tes lebih dulu.

Tentunya, Tinder mengutamakan privasi untuk video chat ini. Sistemnya sama seperti obrolan yang bisa dijalin ketika dua orang sudah cocok atau mendapatkan status match. Fitur Face to Face hanya bisa diakses jika kedua pihak menyalakan fitur tersebut, alias mengiyakan untuk panggilan video. Tak ingin ditelpon pada hari tertentu? Pengguna dapat menonaktifkan fitur ini secara temporer kapan pun.

Panggilan video akan ditampilkan secara 50:50, sama dengan Instagram Video. Jika panggilan sudah selesai, aplikasi akan menanyakan apakah pengguna masih ingin kontak lewat video dengan kenalannya, plus pintasan untuk beri report atau laporan khusus ke tim Tinder.

Fitur Face to Face Tinder Video Chat Masih Trial

Layanan ini digulirkan secara trial untuk beberapa pengguna yang dipilih secara acak, di negara-negara tertentu saja termasuk Indonesia. Sembari menguji pakai fitur Face to Face, Tinder akan terus memantau penggunaannya dan menerima input masukan.

Nantinya fitur ini bakal diluncurkan kepada seluruh penggunanya yang sudah melebihi 6 juta subscriber, paling banyak untuk aplikasi yang bukan gim. Dikutip dari CNN, hal ini didukung oleh rasa kesendirian penggunanya yang harus karantina mandiri selama wabah berlangsung. Membuat mereka lebih aktif untuk gunakan aplikasi sejenis Tinder.

Saat ini, Tinder telah diunduh lebih dari 340 juta kali dan sudah tersedia di 190 negara dalam lebih dari 40 bahasa. Parent company dari Tinder, Match, telah janjikan fitur video chat di Tinder sejak awal tahun ini. Sudah diuji coba sebelum wabah Covid-19, tingkat adopsinya kurang signifikan. Namun hasil itu berubah ketika pandemi hadir, dimana orang-orang memilih untuk bertatap muka secara virtual sebagai alternatif.

Baca juga artikel berikut ini : Rekomendasi Smartphone dengan Kapasitas RAM 8GB

Selama pandemi juga, Tinder menggratiskan fitur Tinder Passport yang awalnya hanya tersedia bagi pengguna layanan berbayar Tinder Plus serta Gold. Fitur ini memungkinkan kamu untuk menjelajah ke negara lain, sehingga tidak terbatas jarak maksimum 160 kilometer dari lokasi saat ini. Dengan begitu, para penggunanya bisa mendapatkan kenalan lebih dulu sebelum memutuskan untuk bepergian ke suatu negara/tempat tertentu.

Acer Perbarui Seri Laptop Gaming Predator dengan Intel Core Generasi ke-10

Lewat seri perangkat yang dirilis khusus untuk gaming, Acer terus kembangkan lini Acer Predator untuk penuhi kebutuhan konsumennya. Saat ini, lini tersebut tak hanya diminati para gamer saja, melainkan juga para caster dan kreator konten. Dua kegiatan atau pekerjaan tersebut semakin populer, terutama ketika adanya pandemi sampai akan hadirnya era New Normal saat ini. Karena dapat dilakukan di mana saja termasuk di rumah.

Untuk berikan akselerasi ekosistem gaming pada era New Normal, Acer meluncurkan jajaran lini laptop Predator baru. Ketiga produk ini membawa inovasi yang terdepan dengan desain yang tak kalah menarik dari laptop lainnya. Acer Indonesia perkenalkan seri Acer Predator Triton 500, Helios 300 dan Nitro 5.

Baca juga artikel berikut ini : Rekomendasi Smartphone dengan Kapasitas RAM 8GB

Menurut data dari Global Web Index, penggemar esports di dunia diperkirakan akan tumnbuh hingga 560 juta pada tahun 2021 mendatang. Semasa karantina mandiri beberapa bulan belakangan, sebanyak 77% milenial memiliki untuk menghabiskan waktu luang mereka lebih banyak bermain gim. Dan juga berniat untuk tetap lanjutkan hobi mereka meski pandemi sudah berakhir nantinya.

Menurut data dari Global Web Index, penggemar esports di dunia diperkirakan akan tumnbuh hingga 560 juta pada tahun 2021 mendatang. Semasa karantina mandiri beberapa bulan belakangan, sebanyak 77% milenial memiliki untuk menghabiskan waktu luang mereka lebih banyak bermain gim. Dan juga berniat untuk tetap lanjutkan hobi mereka meski pandemi sudah berakhir nantinya.

Herbet Ang, President Director Acer Indonesia menyebutkan jika industri esports kembali bergairah memasuki era New Normal. Semakin banyak kompetisi daring digelar dengaan hadiah yang cukup besar. Di satu sisi, pelaku di ekosistem gaming juga terus bertambah, dan membutuhkan laptop performa tinggi untuk dapat mendukung seluruh aktivitasnya.

Ragam laptop gaming terbaru Acer ini hadir dengan sistem pendingin yang diunggulkan. Acer berikan kipas inovatif, AeroBlade generasi keempat. Kipas tersebut dibuat dengan bahan logam, memiliki ketebalan hanya 0,1mm saja. Setiap laptop Acer Predator terbaru ini diberikan dua kipas yang dirancang khusus untuk maksimalkan aliran udara sekaligus kurangi kebisingan.

Baca juga artikel berikut ini : Honor X10 Max 5G Dirilis dengan Layar Besar 7 Inci

Selain itu juga ada fitur Vortex Flow plus CoolBoost untuk tingkatkan kecepatan kipas agar kinerja perangkat tetap mulus. Dengan sistem pendingin yang canggih ini, pelaku di ekosistem gaming mulai dari pemain, caster dan pembuat konten gaming bisa menggunakan laptopnya lebih lama, tanpa khawatir performanya akan menurun.

Rekomendasi Smartphone dengan Kapasitas RAM 8GB

Kapasitas memori merupakan hal yang krusial ketika kita memutuskan untuk hendak memilih sebuah smartphone. Baik RAM (Random Access Memory) serta memori internal harus cukup lega untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti gaming, menyimpan data media sampai beragam aplikasi. Smartphone RAM 8GB kini mulai banyak yang mencari, terutama sejak imbauan pemerintah untuk di rumah saja.

Kapasitas penyimpanan internal yang lebih luas membuat penggunanya agar tak perlu khawatir untuk menambah berbagai aplikasi yang digunakan.  Dengan RAM yang lega, aktivitas multitasking bisa dijalankan dengan sangat mudah dan lancar. Tidak perlu mengkhawatirkan adanya lag atau proses reload tiap kali membuka aplikasi maupun beberapa game sekaligus, misalnya.

Baca juga artikel berikut ini : Honor X10 Max 5G Dirilis dengan Layar Besar 7 Inci

Bahkan, ada temuann menarik yakni riset dari Telunjuk yang  menyebut imbauan Pemerintah yang memberlakukan work from home dan belajar di rumah selama masa pandemi Covid-19 ternyata turut mempengaruhi keputusan pembeli terhadap smartphone. Di mana performa yang lebih kuat dengan kapasitas RAM besar menjadi pilihan utama.

Ketertarikan konsumen terhadap smartphone RAM 8GB terlihat dengan peningkatan penjualan yang signifikan pada bulan April 2020. Terutama  ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pertama kali diberlakukan di DKI Jakarta, yang kemudian diikuti oleh berbagai wilayah lainnya di bulan yang sama.

Jika dibandingkan dengan bulan Maret, penjualan smartphone RAM 8 GB meningkat sebesar 78,23% pada April 2020. Sedangkan smartphone dengan kapasitas RAM 4 GB justru mengalami penurunan sebanyak 4,43%. Hal tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan ruang gerak masyarakat di bulan April membawa pengaruh atas kebutuhan dan keinginannya untuk memiliki smartphone dengan spesifikasi dan performa yang lebih baik.

Nah, jika kamu ingin membeli smartphone RAM 8GB versi terbaru dengan kualitas yang mumpuni, berikut ini adalah rekomendasi dari Gizmologi.

OPPO A92

OPPO A92 Aurora Purple smartphone RAM 8GB

OPPO A92 miliki layar Neo Display dengan ukuran yang besar yaitu 6,5 inci, beresolusi full HD+. Pertama kali hadir di seri A, sensor sidik jari diletakkan menjadi satu dengan tombol power. Dengan speaker stereo dan baterai 5.000 mAh, smartphone ini cocok banget untuk dipakai nonton serial film atau konten multimedia lainnya.

Spesifikasi OPPO A92 punya prosesor Snapdragon 665, kapasitas RAM 8GB dan memori internal 128GB. Kamera utamanya miliki sensor 48MP Ultra HD yang mampu rekam video hingga resolusi 4K. Ditemani tiga sensor lain yaitu 8MP ultra wide-angle, dan dua kamera 2MP untuk mono & potret. Kamera depannya sendiri beresolusi 16MP.

Menjalankan ColorOS 7.1 berbasis Android 10, OPPO berikan beragam fitur tambahan yang cukup menarik. Selain warna Aurora Purple, OPPO A92 hadir dalam warna Twilight Black & Shining White. Harga resmi yang ditawarkan adalah Rp4,199 juta

Realme 6 Series

realme 6 Pro

Pada Maret yang lalu, realme meluncurkan produk terbarunya di segmen midrange melalui realme 6 dan realme 6 Pro di Indonesia. realme 6 dan realme 6 Pro membawa 90Hz Ultra Smooth Display, 64MP AI Quad Camera dan 30W Flash Charge (baterai dapat terisi 100% dalam 60 menit).

Baca juga artikel berikut ini :

realme 6 ditenagai dengan MediaTek Helio G90T berkinerja tinggi yang tersedia dalam dua pilihan warna – Comet White dan Comet Blue. Untuk varian smartphone RAM 8GB dengan memori internal 128GB, realme 6 dibanderol dengan harga Rp3.699.000.

Sementara itu realme 6 Pro adalah smartphone pertama di dunia yang hadir dengan Qualcomm Snapdragon 720G dan juga dilengkapi dengan slot 3-kartu. realme 6 Pro memiliki total 6 kamera, termasuk kamera depan ganda dengan sudut lebar dan kamera belakang 64MP quad dengan kemampuan hybrid zoom hingga 20x. realme 6 Pro hanya memiliki varian memori 8 + 128GB dengan harga Rp 4.499.000 dan tersedia dalam dua pilihan warna – Lightning Blue dan Lightning Red

Honor X10 Max 5G Dirilis dengan Layar Besar 7 Inci

brikan smartphone yang berpusat di China, Honor baru saja memperkenalkan dua smartphone baru yang menggunakan chipset MediaTek Dimensity 800. Keduanya dirilis untuk kelas yang berbeda, dan Honor X10 Max menjadi yang terbaik dengan layar besar sesuai namanya. Bahkan secara spesifikasi di atas kertas, dimensi layarnya sudah menyerupai tablet kecil yang ada di pasaran.

Dikutip dari XDA Developers, pemerintah Amerika Serikat tak hanya memutus jalan Google untuk berikan layanannya ke Huawei, namun juga berbagai pembuat chipset untuk produk smartphone serta sejenisnya. Ini membuat Huawei menjadi lebih susah gunakan chipset-nya sendiri, karena salah satu kontrak pembuatnya, TSMC, juga ikutan terblokir dengan peraturan tersebut.

Baca juga artikel berikut ini : Motorola One Fusion Hadir dengan Snapdragon 710 dan Baterai 5.000 mAh

Maka dari itu, kini lebih banyak smartphone kelas menengah atau flagship terjangkau Honor dirilis gunakan chipset dari MediaTek. Secara kebetulan, MediaTek sudah hadirkan seri Dimensity yang selain berikan performa kencang, juga mendukung jaringan 5G. Chipset ini din…

Spesifikasi Honor X10 Max

Secara desain, Honor X10 Max mirip dengan smartphone Honor lainnya, gunakan desain kamera persegi di belakangnya. Di sisi depan, desainnya terlihat konvensional, masih gunakan waterdrop notch dan bukan berjenis punch-hole. Layarnya sangat besar, berdimensi 7,09 inci gunakan panel IPS dengan resolusi 1080p.

Panel tersebut mendukung standar DCI-P3 100% serta sudah tersertifikasi HDR10. Kecerahannya juga sangat baik mencapai 780 nits. Masih gunakan refresh rate 60Hz, Honor gunakan jenis panel RGBW untuk efisiensi daya, sehingga tidak terlalu habiskan banyak baterai ketika lebih banyak konten berwarna putih ditampilkan. Dimensinya tentu menjadi lebih besar dari smartphone kebanyakan, dengan bobot mencapai 227 gram.

Untuk urusan performa, chipset MediaTek Dimensity 800 ditemani dengan pilihan RAM 6GB/8GB serta penyimpanan internal 128GB. Kapasitas baterainya juga cukup besar di 5.000 mAh, meski layarnya jauh lebih besar dari smartphone lain. Setidaknya Honor berikan dukungan fast charging hingga 22,5 watt, supaya tidak perlu lama menunggu proses isi daya.

Kamera belakangnya dilengkapi sensor utama beresolusi 48MP, ditemani sensor ultra-wide 8MP serta depth-sensor 2MP. Sementara di bagian depan, disematkan sebuah kamera 8MP. Untuk tingkatkan pengalaman mengonsumsi multimedia atau bermain gim di layar besar, Honor X10 Max juga punya speaker stereo dengan amplifier tambahan. Sementara untuk sektor konektivitas, smartphone ini juga memiliki sensor NFC.

Baca juga artikel berikut ini : OPPO Reno3 Pro: Andalkan Kemampuan Kamera & Helio P95

Harga Honor X10 Max

Honor X10 Max dijual dalam tiga varian warna; Black dan Silver yang terlihat lebih polos, serta Racing Blue dengan aksen menarik pada bodi belakangnya. Bodi belakang kacanya terlihat bersih, karena sensor sidik jari diletakkan di sisi samping kanan bodi. Menyatu dengan tombol power.

Varian termurahnya dengan memori 6GB+64GB dibanderol seharga CNY1,899 (Rp3,9 jutaan). Sementara varian tertinggi 8GB+128GB dijual CNY2,499 (Rp5,1 jutaan). Smartphone yang menjalankan MagicUI 3.1 berbasis Android 10 ini akan mulai dijual pada 3 Juli ke seluruh toko ritel yang ada di China

Motorola One Fusion Hadir dengan Snapdragon 710 dan Baterai 5.000 mAh

Kalau awal bulan Juni lalu Motorola perkenalkan seri Plus dengan mekanisme kamera pop-up, kini giliran varian yang lebih sederhana. Ya, sesuai namanya, Motorola One Fusion adalah versi standar yang hadir dengan harga lebih terjangkau. Desain secara keseluruhan dibuat serupa, hanya saja bagian depannya tidak neko-neko, gunakan jenis waterdrop notch yang bisa dibilang cukup konvensional saat ini.

Peluncuran Motorola One Fusion ini juga menandakan ekspansi pasar mereka yang lebih luas. Jika seri Plus diperkenalkan di India dan tersedia di regional Eropa, smartphone Motorola terbaru yang satu ini diluncurkan di pasar Amerika Latin. Dan akan terus diperluas dalam beberapa bulan kedepan termasuk Uni Emirat Arab.

Baca juga artikel berikut ini : OPPO Reno3 Pro: Andalkan Kemampuan Kamera & Helio P95

Spesifikasi Motorola One Fusion

Secara dimensi, layar Motorola One Fusion masih sama dengan versi Plus, sama-sama gunakan layar MaxVision 6,5 inci IPS. Hanya saja, resolusi layarnya turun menjadi HD+ saja, dan resolusi kameranya diturunkan dari 16MP menjadi 8MP. Beberapa orang lebih memilih untuk gunakan smartphone tanpa mekanisme pop-up demi alasan ketahanan. Jadi jika kamu merupakan salah satunya, mungkin versi standar ini akan lebih menarik.

Beralih ke bagian belakang, empat lensa kameranya punya model yang sama persis. Hanya saja, lensa utama yang dimiliki Motorola One Fusion punya resolusi lebih rendah di 48MP. Sedangkan ketiga lensa lainnya masih sama; 8MP ultra wide-angle, 5MP makro dan 2MP yang berfungsi untuk depth sensor.

Chipset yang digunakan bisa dibilang cukup berumur meski bertenaga, yaitu Qualcomm Snapdragon 710 rilisan pertengahan 2018 lalu. Chipset tersebut gunakan arsitektur CPU Kryo 360, dipasangkan bersama GPU Adreno 616. Selain kapasitas RAM 4GB serta memori internal 64GB, Motorola sediakan slot kartu microSD untuk ekspansi penyimpanan pada smartphone ini. Menjadi smartphone kelas menengah, tentu hadir sebuah jack audio 3,5mm.

Dan sama seperti smartphone Motorola lainnya, Motorola One Fusion hadir dengan logo di bodi belakang yang juga berfungsi sebagai sensor sidik jari. Plus tombol pintasan untuk menyalakan asisten Google, sama seperti beberapa seri smartphone Nokia terbaru. Motorola juga menyematkan…

Harga Motorola One Fusion

Hadir dalam dua opsi warna yaitu Emerald Green dan Deep Sapphire Blue, Motorola One Fusion telah tersedia di beberapa negara Amerika Latin seharga CLP199,990, atau sekitar Rp3,6 jutaan. Daya tarik yang dihadirkan smartphone Android Motorola adalah tampilan antarmuka yang mendekati stock Android, serta fitur-fitur khusus seperti Moto Display dan Moto Actions.

Baca juga artikel berikut ini : Review Samsung Galaxy M31 Dengan Baterai Jumbo Serba Bisa

Secara spesifikasi dan harga, bisa dibilang smartphone ini punya kelas yang sedikit lebih tinggi dari Nokia 5.3 yang baru saja dijual resmi di Indonesia. Jika Nokia Indonesia bisa kembali lagi menjual smartphone setelah hampir satu tahun tidak ada kabar, apakah Motorola Indonesia akan melakukan hal yang sama nantinya? Mengingat cukup banyak smartphone baru yang sayang jika tidak turut dihadirkan resmi di tanah air.

OPPO Reno3 Pro: Andalkan Kemampuan Kamera & Helio P95

Reno bisa dibilang salah seri OPPO yang paling bersinar. Baik dari segi presentasi maupun fungsi produk. Reno tampil keluar menjadi role model dari keseluruhan seri Oppo di kelas menengah. Dan kini, OPPO Reno3 Pro, berupaya untuk membuat seri ini makin bersinar.

OPPO Reno3 Pro adalah seri yang lebih powerful dari Reno3. Agar lebih jelas di mana posisinya baik dari segi sepesifikasi dan harga, Reno3 merupakan suksesor dari seri OPPO Reno2F. Sedangkan penerus dari Reno2 adalah OPPO Reno3 Pro.

Mengusung tagline “Clear In Every Shot,” sudah jelas OPPO Reno3 Pro sangat mengandalkan kemampuan kamera. Sebagaimana pada seri OPPO Reno sebelumnya yang memang menonjol pada sektor ini. Selain itu, OPPO Reno3 Pro ditenagai dengan chipset MediaTek Helio P95 untuk mendukung kinerjanya.

Baca juga artikel berikut ini : Review Samsung Galaxy M31 Dengan Baterai Jumbo Serba Bisa

Chipset terbaru dari MediaTek ini menjadi spesial karena baru pertama kalinya digunakan di Indonesia oleh OPPO. Di sisi lain, sekaligus menimbulkan pertanyaan baru mengapa tidak memakai Snapdragon sebagaimana yang ditawarkan pada seri sebelumnya Reno2? Inilah yang berusaha kami gali pada review OPPO Reno3 Pro berikut ini.

Display

Urusan display sebenarnya belum ada teknologi progresif diaplikasikan pada smartphone Oppo seperti pada Reno 3 Pro. Masih menggunakan teknologi serupa seperti Reno 3. Layar berjenis AMOLED capacitive touchscreen dianggap masih mampu mengakomodasi kebutuhan visual dari sebuah smartphone. Termasuk pada tingka resolusi 4K yang belakangan mulai marak ditemukan.

Perbedaan dengan Reno 3 akan sangat terasa melihat pada layar Reno 3 Pro diperbesar menjadi 6.5 inci, dengan rasio layar-ke-bodi 89.7%. Membuat display makin terasa bezelless serta membuat visualisasi layar semakin luas. Hal positif dari desain semacam ini ialah tangan tidak terlalu lelah mengakses menu ataupun titik di area sulit pada layar.

Pada tingkat resolusi Full HD+ (1080×2400 piksel) dan rasio 20:9, tampilan gambar video juga masih dapat kami nikmati dengan baik. Sehingga kamu yang gemar menyaksikan tayangan streaming daring lewat ponsel, pilihan sajian Full HD maupun 4K dapat dioptimalkan. Yang jelas jangan lupa, kuota in…

Kamera Foto

Bicara Oppo, ya bicara kamera. Hal yang menjadi mindset pengguna smartphone tanah air. Image Oppo lekat dengan kamera swafoto (selfie), dan itu menjadi strategi marketing yang sukses mereka bangun. Bagusnya Oppo terus melakukan inovasi dalam hal tersebut. Tak terkecuali pada Oppo Reno 3 Pro.

Perhatian tentu tertuju pada keberadaan kamera swafoto punch hole pada bagian depan. Dua lensa kamera diletakkan di sana. Berarti ada dua potensi yang akan didapat dengan memanfaatkan kamera tersebut. Dua kamera depan, masing-masing dilengkapi lensa berkekuatan 44 MP dan 2 MP. Ya, kamera depan utama 44 MP f/2.4, wide angle (2.6″ sensor, 0.7µm pixel size), serta kamera bokeh 2 MP f/2.4 (1.75µm pixel size).

Kemampuan ultra night selfie milik Reno 3 Pro tak boleh diremehkan. Dibekali sistem Artificial Intelligence (AI) canggih, menghasilkan kerja editing lebih cepat mengonstruksi warna pada kondisi kurang cahaya sampai 1 lux (setara satu cahaya lilin). Kombinasi dua kamera depan memiliki algoritma t…

Kamera Video

Setelah kamera fotografi yang sudah begitu menawan dan kaya fitur. Membawa efek pada kamera video yang tak kalah apik. Bayangkan konsep videografi yang bisa kamu dapatkan lewat lensa berukuran 64 MP maupun 44 MP.

Pada kamera depannya, kami menemukan kemampuan produksi video pada resolusi full HD 1080p dan 720p di 30 fps (frame per second). 30 frame per detik merupakan ukuran minimal yang nyaman ditangkap mata manusia. Dan itu sudah sangat mencukupi ketika dipadu resolusi tinggi Full HD.

Kamera belakang lebih istimewa dengan variasi rekam lebih luas. Kemampuan tertinggi ditemukan pada rentang 4K di 30fps, diikuti 1080p di 60fps/30fps, dan terakhir 720p di 60fps/30fps. Oke, bagi beberapa orang resolusi 4K terasa terlalu tinggi untuk dinikmati. Maka pilihan dapat beralih ke Full HD dengan peningkatan fps di angka 60fps.

Baca juga artikel berikut ini : Laptop Murah Rp 5 Jutaan Terbaik 2020 Cocok Buat Anak

Spesifikasi OPPO Reno3 Pro

    • Chipset : Mediatek Helio P95
    • CPU : CPU octa-core 2-core Arm Cortex-A75 dan 6-core Cortex-A55.
    • GPU : IMG PowerVR GM 9446
    • RAM (Memory) : 8 GB
    • Storage : 256 GB
    • Operating System : Android 10
    • User Interface : ColorOS 7
    • Dimensions : 158.8 x 73.4 x 8.1 mm
    • Weight : 175 gram
    • Design Features : Alumunium Frame
    • Warna: Midnight Black, Sky White
    • Battery : 4025 mAh 5V6A VOOC 4.0 (30W)
    • Network Frequency : GSM / CDMA / HSPA / EVDO / LTE / 5G
    • SIM : Dual-SIM
    • Screen Type : Super AMOLED (90.8%)
    • Size and Resolution : 6.4″ 2400×1080 pixels
    • Touch Screen : capacitive touchscreen
    • Features : Gorilla Glass 5 (Samsung E3 OLED hard screen with double blind holes)
    • Multi Camera : Yes (Front)
    • Rear : 64MP + 13MP + 8MP + 2MP
    • Front : 44MP + 2MP
    • Flash : Yes
    • Video : Front Camera: 1080P/720P@30fps; Rear Camera: 4K/30fps; 1080P@60fps/30fps; 720P@60fps/30fps
    • Camera Features : Ultra dark mode; ultra night selfie; HDR; wide angle; mono; etc, 5x hybrid zoom
    • FM Radio : Yes
    • Sensors : Fingerprint (under display, optical), accelerometer, gyro, proximity, compass

 

Review Samsung Galaxy M31 Dengan Baterai Jumbo Serba Bisa

Sama seperti generasi sebelumnya, Samsung Galaxy M31 sudah mengusung layar SuperAMOLED 6,4 inci dengan resolusi full HD+ dan aspek rasio 19,5:9. Aspek rasio tersebut membuat smartphone tak terasa lebar, jadi masih nyaman ketika dipegang satu tangan. Untuk proteksi tambahan, panel depannya sudah terlindungi Corning Gorilla Glass 3.

Yang sedikit kurang adalah desain kamera depannya yang belum mengadopsi punch-hole, alias masih sedikit konvensional dengan desain Infinity-U Display. Selain itu, bezel bawah juga terlihat agak tebal dibandingkan sisi lainnya.

Baca juga artikel berikut ini : Laptop Murah Rp 5 Jutaan Terbaik 2020 Cocok Buat Anak

Meski begitu, layar Samsung Galaxy M31 sangat nyaman untuk digunakan saat menonton serial favorit di Netflix maupun nge-game. Reproduksi warnanya sangat baik, dengan sensitivitas yang tinggi. Samsung menyediakan fitur blue light filter untuk melindungi mata agar tidak mudah lelah, cocok digunakan saat malam hari menjelang tidur atau membaca buku lewat smartphone. Fitur always-on display tentu juga hadir, menggantikan absennya LED notifikasi untuk memberitahukan adanya pesan baru.

Kamera

Kamera Samsung Galaxy M31

Ketika sedang mengulas sebuah smartphone yang lebih mengutamakan daya tahan baterai, saya tidak menaruh ekspektasi terlalu tinggi untuk hasil kameranya. Meski secara spesifikasi di atas kertas, baik kamera depan maupun belakang Galaxy M31 terlihat cukup mengesankan dengan resolusi yang tinggi.

Kamera depan Galaxy M31 punya resolusi dua kali lebih tinggi di 32MP, dengan bukaan f/2.0 dan dimensi sensor 1/2,8 inci. Sementara di sisi belakang, selain jumlah kameranya yang bertambah, resolusi sensor utamanya juga semakin besar, 64MP f/1.8. Sensor yang digunakan sama seperti salah satu flagship yang rilis resmi di Indonesia, sehingga cukup impresif untuk smartphone Samsung kelas menengah. Selain kamera 8MP f/2.2 ultra wide-angle dan 5MP depth sensor, ditambahkan kamera 5MP f/2.4 untuk foto objek dekat (makro).

Baik kamera depan maupun belakang sanggup merekam video hingga resolusi 4K 30fps. Tapi perlu diingat, fitur stabilisasi video atau EIS hanya tersedia pada resolusi full HD. Fitur HDR aktif secara otomatis, plus ada AI Scene Optimizer untuk meningkatkan hasil foto sesuai jenis objek atau pemandangan yang diambil. Fitur lainnya juga tak kalah lengkap, seperti Live Focus, Bixby Vision, mode profesional, panorama, hyperlapse dan super slow-motion video.

Hasil fotonya bagi saya sudah cukup bagus untuk smartphone di kelasnya. Sensor utamanya berikan foto dengan tone yang cukup berwarna tapi masih terkontrol, alias tidak berlebihan. Hanya saja kamera ultra wide-angle masih terlihat lebih warm. Kamera makro bisa dimanfaatkan untuk mengambil foto objek kecil atau detil permukaan objek, dan hasilnya cukup baik mengingat resolusinya cukup tinggi di 5MP.

Ketika kondisi cahaya kurang, Samsung memberikan fitur Night Mode di Galaxy M31. Fitur ini tersedia baik untuk kamera depan maupun belakang, sayangnya tidak untuk kamera ultra wide-angle. Dengan proses pengambilan foto beberapa detik, mode ini mampu mencerahkan foto secara signifikan. Hasil foto jadi terang, tapi tetap menunjukkan bahwa foto memang diambil dalam kondisi malam hari, tidak over-exposure. Meski secara detil foto, bukan yang terbaik.

Performa

Sudah menggunakan chipset Exynos 9611 yang dibuat dengan fabrikasi 10nm, menjelajah aplikasi di Samsung Galaxy M31 dapat dilakukan secara cepat dan bebas lag. Hal tersebut juga berkat penggunaan jenis storage UFS 2.1 berkapasitas 128GB, plus kapasitas RAM yang sangat lega di 6GB.

GPU Mali-G72 MP3 juga sanggup memberikan visual yang baik ketika digunakan untuk bermain game sekelas PUBG: Mobile, menawarkan opsi grafis smooth – ultra. Dan ketika digunakan untuk bermain game Mobile Legends, secara default, Galaxy M31 mengaktifkan fitur high framerate 60fps. Sehingga pergerakan yang terjadi selama bermain terlihat lebih halus

Baterai

Yang menjadi bintang pada smartphone in adalah kapasitas baterainya. Samsung Galaxy M31 dilengkapi baterai dengan kapasitas 6.000 mAh, bahkan lebih besar dari sang flagship Galaxy S20 Ultra di 5.000 mAh. Selama beberapa minggu penggunaan, susah banget buat saya untuk ngabisin baterai ini dalam sehari.

Mau dipakai nonton Netflix, sesekali main PUBG Mobile, akses media sosial, jadi mobile hotspot ketika koneksi internet rumah gangguan, rata-rata pemakaian konstan di dua hari, sebelum akhirnya baterai mencapai persentase 10%. Samsung memberikan dukungan fast charging 15-watt untuk Galaxy M31. Bukan yang tercepat, dan tentu membuat pengisian daya menjadi cukup lama. Total waktu yang dibutuhkan bisa sampai 3 jam, namun hal tersebut sangat wajar, mengingat kapasitasnya yang memang jumbo.

Baca juga artikel berikut ini : Xiaomi Rilis Mi TV Master Pakai Panel OLED

Spesifikasi Samsung Galaxy M31
    • Chipset : Exynos 9611 (10nm)
    • CPU : Octa Core (Quad 2,3GHz + Quad 1,7GHz)
    • GPU : Mali-G72 MP3
    • RAM (Memory) : 6 GB RAMc
    • Storage : 128 GB, support Micro SD Slot Up to 512 GB
    • Operating System : Android 10
    • User Interface : Samsung One UI 2.0
    • Dimensions : 159.2 x 75.1 x 8.9mm
    • Weight : 191 g
    • Battery : Non-removable 6.000 mAh battery, Fast battery charging 15W
    • Network Frequency : GSM/ HSPA/ LTE
    • SIM : Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)
    • Screen Type : Infinity-U SuperAMOLED
    • Size and Resolution : 6.4-inch FHD+ (1080×2340), 19.5:9 ratio (~403 ppi density)
    • Touch Screen : capacitive touchscreen
    • Features : Corning Gorilla Glass 3
    • Multi Camera : Yes (Rear)
    • Camera Rear : Main: 64MP, F1.8 Depth: 5MP, F2.2 Macro: 5MP, F2.4 Ultra Wide: 8MP, F2.2
    • Camera Front : 32MP (F2.0) wide
    • Flash : Yes
    • Video : 2160p@30fps
    • Camera Features : LED flash, panorama, HDR, night mode, super slow-motion
    • Wi-fi : Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, WiFi Direct, hotspot
    • Bluetooth : 5.0, A2DP, LE
    • USB : 2.0, Type-C 1.0 reversible connector
    • GPS : Yes, with A-GPS, GLONASS, BDS
    • HDMI : No
    • Wireless Charging : No